Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gas Melon Langka, Masyarakat Bintan Diminta Laporkan Pangkalan yang Membandel
Oleh : Syajarul Rusydy
Rabu | 28-10-2020 | 19:32 WIB
gas-melon-langka1.jpg Honda-Batam
Masyarakat mengantri gas melon. (Syajarul/BTD)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Tim Satgas Migas Bintan meminta masyarakat turut aktif dalam menanggapi pangkalan gas yang membandel. Agar kelangkaan gas subsidi 3 Kg atau gas melon bisa teratasi.

Anggota Satgas Migas Kabupaten Bintan, Stiakurniawan menyampaikan kelangkaan gas melon saat ini dipicu banyak faktor. Mulai dari penggunaan tidak tepat sasaran serta munculnya pelaku usaha baru yang terdampak covid-19.

"Takutnya moment langka ini di manfaatkan oleh pangkalan bandel. Dengan sengaja menaikan harga gas, jika ada kita ingin kerja samanya masyarakat untuk melaporkan, bila menemukan pangkalan yang mainin harga gas, atau tidak sesuai standar harga jual," sebut pria yang biasa disapa Iwan ini, Rabu (28/10/2020).

Menurut Penyidik Pegawai Negri Sipil (PPNS) ini, berdasarkan survey di lapangan, terjadinya kelangkaan gas melon karena meningkatnya pemakaian gas melon oleh konsumen khususnya sektor usaha mikro, sebagai dampak covid-19 di beberapa sektor usaha.

"Masyarakat yang semula bekerja dan akhirnya dirumahkan, mulai merintis usaha kuliner dan lain lain, yang juga memerlukan gas melon," kata Iwan.

Kemudian belum ada kesadaran beberapa usaha restoran, rumah makan, cafe dan lain lain yang menggunakan gas melon lebih dari dua tabung.

"Harusnya pelaku usaha sadar peruntukan gas melon itu khusus masyarakat miskin. Alangkah baiknya jika usah lebih menggunakan gas non subsidi, agar gas yang di peruntukan tepat sasaran, kemudian pangkalan jangan segaja menimbun, dan mulai memainkan harga," timpal Iwan.

Editor: Yudha