Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sapi Kurban Jokowi Digarap di Halaman Masjid Raya Nurul Iman Kijang
Oleh : Syajarul Rusydy
Jumat | 31-07-2020 | 14:22 WIB
A-SAPI-PRESIDEN.jpg Honda-Batam
Warga antusias menyaksikan menyaksikan pemotongan sapi kurban Presiden Jokowi berbobot 1 ton. (Foto: Syajarul Rusydy)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Usai sholat Hari Raya Idul Adha sapi berukuran besar, dengan bobot sekitar 1 ton dari Presiden RI Jokowi Dodo langsung disembelih. Tanpa perlawanan panita dengan seragam berwarna hijau, begitu cepat menaklukan sapi berukuran jumbo itu.

Warga yang menyaksikan, jajaran Polsek Bintan Timur pun tampak kuwalahan mengajak masyarakat untuk tetap menjaga jarak dan menghindari kerumunan. Mengingat wabah covid-19 masih belum reda, khususnya di wilayah Kabupaten Bintan.

Usai disembelih, kulit dan daging sapi pun langsung digarap di halaman Masjid Raya Nurul Iman, Kijang, di Bintan Timur. Warga terus menyaksikan panitia yang mengenakan baju warha hijau, membagi-bagi daging sapi yang berukuran 100 ton itu.

Menurut warga, Mira, ini kali pertama dirinya melihat sapi berukuran sangat besar yang dikurbankan di Kijang. Rasa penasaran akan prosesi menaklukan sapi itu, membuat ia bersama anak-anaknya datang untuk melihat.

"Baru kali ini, ada sapi besar sekali di kurban di Kijang. Makanya tadi abis selesai sholat kami langsung ke sini, mau lihat reaksi si sapi, apakah mengamuk atau tidak saat di sembelih," ujar Mira, Jumat (31/7/2020).

Bagitu juga Rafi, warga lain, ia pun datang saat sapi hendak disemebeleh. Lagi-lagi masih penasaran akan bentuk sapi yang berukuran besar itu. Karena selama ini, ia hanya melihaynya di layar kaca televisi saja.

"Mau lihat langsung, gak pernah saya lihat sapi besar. Apalagi sampai 1 ton beratnya," kata Rafi. .

Pantaun di lapangan, peroses pemotongan sapi milik orang namor satu di Indonesia itu, memang sangat ramai di saksikan masyarakat. Arus lalu lintas sempat macet, akibat banyaknya kendaraan yang berhenti tak jauh dari tempat sapi di sembeleh.

Editor: Dardani