Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Data Januari-Juli 2020

Perlu Waspada, DBD di Karimun Renggut Satu Nyawa
Oleh : Freddy
Kamis | 09-07-2020 | 18:43 WIB
1-nyawa.jpg Honda-Batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Karimun - Demam Berdarah Dengue (DBD) di Kabupaten Karimun perlu diwaspadai. Melihat dari data yang ada, penyakit yang diakibatkan gigitan nyamuk aedes aegypti tersebut mengalami peningkatan, bahkan telah menelan satu korban jiwa pada Juni 2020 lalu.

Kapala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi mengatakan, kasus DBD bulan lalu ada kenaikan dua kali lipat dari tahun sebelumnya dan bulan yang sama.

Ia menjelaskan, untuk suatu daerah dapat ditetapkan sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB) DBD, ada indikator yang harus terpenuhi, antara lain jumlah penderita dan jumlah angka kematian karena DBD.

"Untuk jumlah penderita kasus DBD di Kabupaten Karimun dapat dikatakan sudah terpenuhi, tetapi dari angka kematian kasus DBD belum terpenuhi karena pada tahun lalu ada 3 kasus dan pada tahun ini baru ada 1 kasus yang menyebabkan kematian," jelasnya, Kamis (9/7/2020).

Langkah yang dilakukan Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun sekarang ini, tetap bergerak termasuk untuk pemberian abate ke warga. "Kalau ada yang perlu abate bisa langsung ambil langsung ke Puskesmas," ujarnya.

Dari data DBD Karimun hingga Juli 2020, tercatat 146 kasus, yang tersebar di sejumlah kecamatan. Untuk Kecamatan Karimun tercatat 20 kasus, Kecamatan Meral 35 kasus, Kecamatan Tebing 28 kasus, Kecamatan Meral Barat 20 kasus, Kecamatan Kundur 28 kasus, Kundur Utara 9 kasus, Kundur Barat 4 kasus, Buru 1 kasus, Ungar 1 kasus. Sedangkan Kecamatan Belat, Durai, Moro dan Nyiur Permai tidak ada kasus atau nihil DBD.

Sementara kasus DBD tersebut banyak terjadi pada bulan Juni dengan jumlah kasus sebanyak 48 kasus, Febuari 26 kasus, Maret 24 kasus, Mei 19 kasus, Januari 19 kasus, Juli 6 kasus dan April 4 kasus.

Dari bulan Januari hingga Juli 2020, tercatat hanya ada satu pasien yang meninggal dunia dan tercatat sebagai warga Meral.

Editor: Gokli