PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Gegara Corona, Omset Pedagang Jamu Keliling di Batam Laris Manis
Oleh : CR-3
Selasa | 07-04-2020 | 14:00 WIB
budhe-jamu-keliling-batam_jpg2.jpg honda-batam
Bude Jamu, pedagang jamu keliling di Tembesi Lestari Batuaji Batam, Selasa (7/4/2020). (Foto: Paschall RH)

BATAMTODAY.COM, Batam - Mewabahnya virus corona atau Covid-19 yang menyerang hampir seluruh wilayah Indonesia, membuat perekonomian masyarakat ikut terjun bebas.

Tapi, kondisi itu justru membawa berkah bagi para penjual masker, hand sanitizer, termasuk pedagang jamu ramuan tradisional yang berasal dari jahe merah untuk menangkal penyebaran virus mematikan tersebut.

Diantaranya, sebut saja, Bude Jamu, panggilan akrab penjual jamu yang setiap pagi menjajakan dagangannya di bilangan Kota Batam, tepatnya di Kelurahan Tembesi Lestari, Kecamatan Sagulung, Kota Batam.

Setiap hari, Bude Jamu mengayuh sepeda tuanya yang berisi botol-botol jamu menjelajahi lorong-lorong dikawasan perumahan untuk menjajakan jamu hasil racikannya.

Saat ditemui BATAMTODAY.COM ketika sedang melayani para langganannya, Bude Jamu mengatakan, sejak virus corona (Covid-19) merebak, ia kebanjiran pesanan jamu dari para pembeli.

"Saya memang sehari-hari jualan jamu. Cuma semenjak ada corona orderan semakin naik. Ditambah, semenjak ada warga Batam yang dikonfirmasi positif terserang virus corona atau Covid-19," kata Bude, Selasa (7/4/2020).

Bude menuturkan, dari yang biasanya menghabiskan beberapa botol per hari, belakangan jamunya bisa ludes terjual dalam waktu beberapa jam dari hasil jualan keliling. Adapun jamunya dijual bervariasi dari Rp 2.000 hingga Rp 8.000 per gelasnya.

"Sejak adanya virus corona, dagangan jamu saya laris manis. Biasanya cuman bisa jual beberapa botol, kini ludes terjual. Bahkan, ada langganan saya yang nggak kebagian," ujarnya.

Bude mengungkapkan, jamu yang paling banyak dipesan oleh pelanggan mulai dari kunyit, jahe merah dan temu lawak.

"Sekarang saya juga bikin banyak, pas habis dijemput ke rumah lagi, lalu mengayuh sepeda lagi hingga siang," sambungnya.

Namun, ia sedikit mengeluhkan harga bahan baku yang biasanya murah sekarang mulai merangkak naik karena tingginya permintaan.

"Sekarang pada naik harga bahan-bahannya di pasar. saya juga terpaksa menaikkan harga per gelas. Biasanya untuk anak-anak harga per gelasnya cuman Rp 1.000 kini menjadi Rp 2.000," jelasnya.

Beruntung, harga tersebut tidak dikeluhkan oleh para pelanggan. "Jamu bikinan saya memang khasiatnya untuk kesehatan, terutama daya tahan tubuh," pungkasnya.

Ditemui di lokasi yang sama, Yani, seorang Ibu Rumah Tangga (IRT) yang membeli jamu juga mengaku telah mengkonsumsi ramuan dari jahe merah bersama keluarganya sejak merebaknya virus itu. Hal itu dilakukannya untuk menguatkan sistem imun tubuh sehingga tidak mudah terinfeksi oleh virus corona.

"Semenjak mengkonsumsi jamu, dampaknya cukup terasa. Paling enggak dapat menambah stamina dan imun tubuh. Dari pada pakai obat-obat kimiawi, lebih baik yang herbal," katanya.

Editor: Dardani