PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Update 30 Maret, Jumlah PDP Covid-19 di Karimun Jadi 9 Orang
Oleh : Freddy
Senin | 30-03-2020 | 19:36 WIB
rahmadi-karimun-up.jpg honda-batam
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi. (Foto: Freddy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Jumlah pasien dalam pengawasan (PDP) terkait Covid-19 di Kabupaten Karimun bertambah menjadi 9 orang.

Ini sesuai dengan data yang diupdate pada Senin (30/3/2020) pukul 12.00 WIB. Terjadi penambahan dua orang PDP dari hari sebelumnya Sabtu (28/3/2020) yang masih berjumlah 6 orang.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun, Rahmadi menyampaikan, jumlah PDP saat ini sudah 9 orang. Selesai pengawasan 4 orang, proses pengawasan 2 orang, sementara Lab/specimen on proses 9 orang, positif Covid-19 masih 1 orang dan meninggal dunia 1 orang.

Ia mengungkapkan, untuk jumlah orang dalam pengawasan (ODP) terbagi ODP primer sebanyak 205 orang, kontak serumah ODP sebanyak 533 orang, ODP selesai pemantauan sebanyak 24 orang.

Sedangkan untuk ODP dalam proses pemantauan sebanyak 181 orang yang meliputi Tanjungbalai Karimun 10, Tebing 8 orang, Meral 18 orang, Meral Barat 3 orang, Buru 23 orang, Belat 10 orang, Kundur Barat 8 orang, Tanjung Batu 15 orang, Kundur Utara 51 orang, Durai 7 orang, Moro 13 orang dan Nyiur Permai 1 orang.

"Data yang di-update dan dikirimkan melalui pesan WhatsApp ke teman-teman media ini sudah melalui proses validasi di staf kami dan antara ODP primer kontak serumah ODP kami lakukan pemisahan datanya," Jelasnya.

Rahmadi mengingatkan, karena Covid-19 tidak ada yang mengetahui keberadaannya, sebaiknya masyarakat secara bersama-sama untuk ikut memutuskan mata rantai penyebaran virus tersebut dengan di rumah aja kalau memang tidak ada yang penting.

Menurutnya, pemerintah juga sudah mengeluarkan imbauan agar tidak berkumpul-kumpul dan menjaga jarak kontak, baik di rumah maupun di luar rumah. "Namun yang terpenting, masyarakat harus selalu menerapkan pola hidup sehat, salah satu dengan cara mencuci tangan, soalnya penularan bisa jadi diakibatkan dengan kontak tidak langsung seperti kita memegang pegangan pintu dan fasilitas umum yang tentunya sudah banyak tangan yang memegangnya," tutupnya.

Editor: Gokli