PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Korban Bimbar Maut

Doa Bersama untuk Almarhumah Sri Wahyuni Digelar di Tanjakan Bukit Daeng
Oleh : Hendra
Kamis | 20-02-2020 | 20:05 WIB
doa-sri.jpg honda-batam
Warga yang tergabung dari Ormas Keagamaan, Paguyuban Masyarakat Daerah, dan warga lainnya saat menggelar doa bersama di area bukit Daeng, Tembesi, Batuaji, Batam. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Tragis.....Sri Wahyuni, perempuan berumur 24 tahun itu tewas seketika usai sepeda motor yang kendarai bersama adiknya ditabrak angkutan umum Dapur 12 alias Bimbar BP 7601 DU di tanjakan Bukit Daeng, Tembesi, Kecamatan Batuaji, Senin (17/2/2020) pagi.

Kepergian Sri Wahyuni, lima hari menjelang hari pernikahannya dengan pria idamannya Arief Wijanarko, menyita perhatian publik Batam. Sejatinya, Sri Wahyuni menikah dengan Arief Wijanarko di kampung halamannya pada Sabtu, 22 Februari 2020 mendatang.

Tapi takdir berkata lain, Sri Wahyuni harus meregang nyawa dalam kecelakaan maut di Bukit Daeng. Jenazah Sri Wahyuni dikebumikan di kampung halamannya, Magetan. Sementara adiknya, Erisza Audriana Yuliana (sebelumnya ditulis Ria), hingga saat ini masih dirawat di Rumah Sakit Camantha Sahidya (RSCS) Panbil, Mukakuning.

Tiga hari pasca-peristiwa nahas itu, Kamis (20/02/2020) malam, puluhan warga Batam dari ormas keagamaan Nahdlatul Ulama (NU) serta Paguyuban Ki Magetan dan organisasi lainnya, mengadakan tahlilan dan doa bersama untuk mengenang kepergian almarhumah.

Doa bersama digelar persis di area kecelakaan tragis itu, kawasan Bukit Daeng, Tembesi, Kecamatan Batuaji, sekitar pukul 20.00 Wib. Anas, perwakilan dari NU, mengatakan, tahlil dan doa bersama itu merupakan cara mereka bersimpati terhadap Sri Wahyuni dan segenap keluarga yang ditinggal, di kampungnya, Magetan.

"Benar mas, acara kecil-kecil saja. Karena kita warga Sagulung dan almarhumah juga tinggal dekat-dekat sana. Jadi kami berinisiatif untuk menggelar doa bersama ini," ujarnya.

Anas menjelaskan, dalam acara kirim doa ini, banyak masyarakat yang telah menghubungi untuk bergabung mengenang kepergian Sri. Terutama dari teman-teman kerjanya, PT Epson, dan masyarakat umum.

"Ada yang dari Ormas, terus dari Paguyubannya Sri dan warga tadi juga sudah ada yang mengkonfirmasi. Tadi sudah ada sekitar 50 orang yang ingin bergabung, siapa tau nanti bertambah," kata Anas.

Pantauan BATAMTODAY.COM, hingga pukul 20.04 WIB malam ini, puluhan warga mulai banyak berdatangan. Sementara tim dari Barisan Ansor Serbaguna (Banser) sebagian ada yang bertugas mengatur arus lalu lintas yang masih cukup ramai dari Batuaji menuju Mukakuning.

Editor: Gokli