PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Ciputra Group Tanggung Jawab Perbaiki Rumah Terdampak Pembangunan CitraPlaza Nagoya
Oleh : Hadli
Kamis | 13-02-2020 | 12:47 WIB
proyek-ciputra-grup-nagoya.png honda-batam
Progres pembangunan apartemen Citra Plaza Nagoya Batam. (Foto: Hadli)

BATAMTODAY.COM, Batam - PT. Citra Seraya Supremnusa (Ciputra Group) membenarkan terjadinya kerusakan pada rumah warga Bukit Mas, Kecamatan Lubuk Baja Batam, akibat dari pembangunan apartemen kawasan terpadu Citra Plaza Nagoya.

Quality Control (QC) Ciputra Group, Denny Zaini mengatakan, pihaknya langsung merespon keluhan warga yang rumahnya mengalami kerusakan. Saat ini, sebanyak tiga rumah yang sudah diperbaiki maupun sedang dalam tahap perbaikan.

"Soal keluhan warga Bukit Mas kami telah turun melihat langsung kerusakannya. Ada tiga rumah, pertama rumah bernomor 9, 10 dan nomor 18," kata Denny kepada BATAMTODAY.COM di kawasan CitraPlaza Nagoya, Rabu (12/02/2020) sore.

Ditegaskan Denny, Ciputra Group tidak akan membangun sebuah bangunan tanpa mengantongi seluruh perizinan sebagaimana diatur di daerah yang akan dilakukan pembangunan. Sebab, hal itu dikarenakan sudah menjadi komitmen Ciputra Group mendukung pembangunan nasional.

"Namun, semua pembangunan tentunya memiliki dampak tersendiri. Khusus pembangunan Citra Plaza Nagoya, dampak terjadi pada saat pembangunan dasar tiang pancang (pile foundation) karena kondisi lahan yang keras dan berbatuan. Kerusakan yang terjadi bermacam, ringan, sedang dan berat," jelasnya.

Ia mengatakan, metode perbaikan rumah yang terdampak dilakukan berbeda-beda. Hal itu dapat dimengerti masing-masing pemilik rumah. Misalnya, kata Denny, rumah nomor 9 mengalami kerusakan pada pagar dan teras samping. Proses perbaikan segera dilakukan.

Rumah nomor 10 mengalami kerusakan retak pada dinding dan pagar serta teras. Pemilik rumah tidak mau pihaknya yang melakukan perbaikan, karena menghendaki perbaikan sendiri.

"Pemilik rumah mau memperbaiki rumahnya sendiri, katanya sekaligus mau merenovasi. Jadi kami serahkan sesuai dengan kerusakan, jumlahnya yang kami serahkan lumayan besar," ujar dia.

Untuk rumah nomor 18, tambahnya, rumah yang paling dekat dengan proyek. Kerusakan yang terjadi pihaknya langsung memanggil konsultan independen. Rencananya pekan depan analisa perhitungannya sudah siap dan segera dilakukan perbaikan.

"Jadi untuk sementara pekerjaan proyek masih berlangsung, rumah no 18 kita beri perlindungan (sheet pile) di luar pagar rumahnya," jelas Denny.

Permasalahan ini, kata dia, telah dibahas tingkat RT/RW perumahan Bukit Mas, Kelurahan dan Kecamatan Lubuk Baja. Kerusakan yang terjadi dikarenakan rumah-rumah ini lebih dekat dengan pembangunan proyek.

Namun, manurut Denny, pihaknya sedikit kecewa adanya keluhan warga yang sampai keluar. Bahkan, drainase yang mengalami penyumbatan bukan dari dampak pembangunan juga ditanggulanginya. Padahal, sampah yang menyumbat akibat dari sampah warga sekitar.

"Jelas kita sedikit kecewa. Sebab dari awal kita sudah berupaya bertanggungjawab dampak dari pembangunan ini. Karena di mana pun kita melakukan pembangunan ketika adanya komplim secepatnya kita periksa. Itu adalah filosofi perusahaan kita selama ini," ujarnya.

Editor: Dardani