PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Data Manggala Agni Daops Batam Awal Tahun

Januari Ini, 11 Hektar Lebih Hutan di Batam Terbakar
Oleh : Hendra
Senin | 27-01-2020 | 15:52 WIB
lahan_batam_terbakar.jpg honda-batam
Petugas Manggala Agni Daops Batam saat berusaha memadamkan api di sebuah lahan yang terbakar di Pulau Batam (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kebakaran akibat dampak dari perubahan iklim yang semakin ekstrem, membuat hutan menjadi ladang api yang cepat menjalar. Tidak hanya di Australia, di Indonesia sendiri seperti daerah Batam juga harusnya mulai waspada.

Terhitung baru 27 hari di tahun 2020, 11,8 hektar area hutan telah terbakar di Pulau Batam. Sementara, hal ini diprediksi akan terus meningkat karena perubahan cuaca ekstrem akibat pemanasan global.

"Sepanjang awal tahun ini, baru bulan Januari telah 11,8 hektar hutan kita yang terbakar. Semua ini akibat perubahan cuaca ekstrem," ujar Hermansyah, Humas Manggala Agni Daops Batam, Senin (27/1/2020).

Dari data yang dijabarkan Herman, untuk bulan Januari ini, 11,8 hektar tersebut baru berasal dari lima titik kebakaran saja. Lima titik itu yakni tersebar di beberapa wilayah tertentu, beberapa kawasan memang daerah rawan kebakaran hutan.

Berurutan, lima titik lokasi kebakaran sepanjang Januari 2020 yakni ada di kawasan dekat bandara, persisnya dekat kawasan Pertamina.

"Selanjutnya, ada di kawasan lahan sekitar Kelurahan Patam Lestari, Sekupang. Kemudian di kawasan Sagulung ada dua tempat, yakni di Sei Lekop sama Perum Buana Impian Tembesi. Satu lagi yakni di kawasan hutan Duriangkang, Sei Beduk. Total semua 11,8 hektar," terangnya.

Dari lima titik tersebut, paling luas dan rawan kebakaran yakni di kawasan hutan Duriangkang dekat kawasan sekitar waduk, kebakaran terjadi pada tanggal 20 Jan 2020 pulul 19:20 Wib.

"Dua hari kita di sana, kejadian itu persis saat Batam Bersepeda. Persoalan ini bisa diakibatkan musim panas perubahan cuaca yang begitu ekstrem. Sejauh imi kawasan tersebut memang tempat aktifitas warga, terutama pemancing," tambahnya.

Mengingat ini masih awal tahun 2020, Herman mengimbau agar masyarat yang beraktifitas di sekitar hutan untuk selalu menjaga kelestariannya. Terutama tidak membuat api unggun, yang ditenggarai secepat kilat percikan api akan dapat membuat kebakaran menjadi luas akibat cuaca panas.

Editor: Surya