PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PKH Tak Tepat Sasaran, Dinsos Bintan Perlu Kroscek ke Lapangan
Oleh : Harjo
Selasa | 21-01-2020 | 17:16 WIB
rumah-fendi.jpg honda-batam
Kondisi rumah Fendi di Desa Busung, Bintan yang dulunya penerima PKH namun sejak 2019 nama dihapus dari database. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Penerima manfaat bantuan Program Keluarga Harapan (PKH) di Desa Busung, Kecamatan Seri Kuala Lobam, Bintan, diduga tepat sasaran.

Pasalnya, sebagian penerima justru memiliki kemampuan atau sudah kurang pantas lagi sebagai penerima PKH.

Fendi (48), warga Kampung KB, Desa Busung, Kecamatan Serikuala Lobam, salah seorang yang pernah penerima PKH, mengaku ada yang ekonomi di atas rata-rata tetapi masih menerima PKH.

"Ada warga penerima manfaat bantuan PKH di Desa Busung, yang justru memiliki rumah dengan lantai keramik dan memasang AC," ungkapnya, Selasa (21/1/2020).

Tidak hanya itu, ada warga yang memiliki sampai dengan 5 sepeda motor, tetapi masih juga menerima bantuan PKH. Sebaliknya, dirinya yang bekerja sebagai penyekop pasir di pertambangan rakyat, justru malah dihapus dari database penerima PKH.

"Setiap tiga bulan, biasanya saya dapat bantuan anak sekolah sebesar Rp 400 ribu dan mendapat bantuan beras hampir 40 Kilogram. Anehnya, sejak 2019 saya tidak dapat bantuan anak sekolah lagi," terangnya.

Fendi menegaskan, tidak mempersoalkan namanya dihapus dari database, namun yang menjadi pertanyaan bagi dirinya kenapa banyak warga yang terbilang mampu secara ekonomi lebih baik dari dirinya, justru masih menerima manfaat bantuan PKH.

Tokoh masyarakat Bintan, Sahat Simanjuntak kepada BATAMTODAY.COM menyampaikan harapannya agar terkait bantuan yang diterima masyarakat benar-benar dikroscek sesuai dengan fakta lapangan.

"Tidak hanya penerima bantuan seperti PKH yang ada di Desa Busung, namun di seluruh tempat lain pun harus dikroscek. Mengingat masih banyak warga Bintan, yang benar-benar membutuhkan bantuan dan belum tersentuh," katanya.

"Jangan sampai seperti informasi yang beredar ada ASN yang menerima bantuan, tetapi di sekitar lingkungannya justru ada yang benar-benar lebih membutuhkan bantuan, malah tak dapat," tutupnya.

Editor: Gokli