PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

FUIB Karimun Gelar Aksi Damai Minta IMB Gereja Dicabut dan Dibatalkan
Oleh : Freddy
Jum\'at | 17-01-2020 | 18:40 WIB
tolak-IMB-Gereja.jpg honda-batam
Massa FUIB Karimun membentangkan spanduk di depan halaman Kantor Bupati atas penolakan IMB Gereja, Jumat (17/1/2020). (Foto: Freddy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Puluhan massa yang mengatas namakan Forum Umat Islam Bersatu (FUIB) Karimun menggelar aksi damai atas penolakan terhadap pembangunan Gereja Paroki Khatolik Santo Joseph Tanjungbalai Karimun, Jumat (17/1/2020) siang.

Aksi damai puluhan umat muslim yang dipimpin Abdul Latief selaku Ketua FUIB Karimun digelar di halaman Kantor Bupati Karimun dengan penjagaan dari aparat kepolisian yang sudah berada di lokasi selepas shalat Jumat.

Sejumlah peserta aksi damai bergantian menyampaikan orasinya di depan Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim yang hadir di tengah mereka dengan pengamanan dari aparat kepolisian.

Dalam aksi damai tersebut, dibentangkan 2 spanduk bertuliskan Forum Umat Islam Bersatu Menolak IMB Gereja yang dikeluarkan DPMPTSP Kabupaten Karimun agar segera dicabut dan dibatalkan.

"Kita diminta menyampaikan aspirasi di Kantor Bupati Karimun dan surat kami kepada masjid-masjid sempat juga ditindaklanjuti Kantor Kementerian Agama agar tidak melaksanakan aksi damai yang dilaksanakan saat ini," ujar Ketua FUIB Karimun, Abdul Latif menyampaikan.

Hal senada disampaikan para peserta aksi damai lainnya agar Pemerintah Kabupaten Karimun segera mencabut dan membatalkan IMB Gereja yang surat izinnya sudah diterbitkan. "Mohon kebijakan, mohon keadilan dan petunjuknya agar segera IMB Gereja dicabut, dibatalkan dan kalau mau membangun baru, sebaiknya lokasinya dipindahkan," ujar salah seorang peserta aksi damai yang disambut dengan kalimat Allah Akbar dari peserta aksi damai lainnya.

Zulfikri, salah seorang peserta aksi damai menyampaikan, kehadiran mereka di sini hanya menuntut hak Al-Qur'an. "Dan kami sebenarnya hanya ingin demo ini berlangsung sekali saja dan tolong diakomodir tujuan kedatangan kami ke sini," kata dia.

Wakil Bupati Karimun, Anwar Hasyim dalam kesempatan tersebut menyampaikan permohonan maaf dari Bupati Karimun Aunur Rafiq yang kebetulan beberapa hari ini sudah ada agenda yang tak bisa ditinggalkan.

Menurutnya, agama islam penuh rasa persaudaraan, damai, kesejukan dan inilah yang tercipta di Kabupaten Karimun. "Apa yang disampaikan dan menjadi harapan dari Forum Umat Islam Bersatu tentang penolakan IMB Gereja dan meminta Pemerintah Kabupaten Karimun mencabut dan membatalkan bisa kami pahami dan maklumi," kata Anwar Hasyim.

Ia menjelaskan, masalah IMB Gereja ini sekarang ini sudah masuk ke ranah hukum karena ada satu aliansi yang melakukan gugatan melalui Pengadilan Tata Usaha Negara (PTUN). "Sekarang ini proses hukum sedang berjalan, tentunya Pemerintah Daerah harus menghormati proses hukum tersebut dan harus kita lalui sampai ada suatu keputusan hukum yang inkrah," jelasnya.

Anwar Hasyim menginginkan agar semua bisa menahan diri dan bersabar serta apa yang disampaikan para peserta aksi damai dari FUIB akan disampaikan ke Bupati Karimun.

Dari pantauan BATAMTODAY.COM di lapangan, sebelum bubar para peserta aksi damai minta agar Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim dapat menandatangani beberapa lembar surat yang menjadi tuntutan FUIB.

Dari desakan para peserta aksi damai, Wakil Bupati Karimun Anwar Hasyim mau menerima dan menandatangani surat tersebut dan akan menyampaikan tuntutan dan surat tersebut ke Bupati Karimun sebagai orang yang bisa membuat keputusan nantinya.

Para peserta aksi damai yang berlangsung lebih kurang satu jam tersebut akhirnya membubarkan diri, demikian pula dengan aparat kepolisian dari Polres Karimun kembali markasnya.

Editor: Gokli