PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Dari Batam untuk Indonesia, Transformasi di Era Emas ATB
Oleh : Redaksi
Kamis | 16-01-2020 | 10:04 WIB
produksi-atb11.jpg honda-batam
Petugas ATB di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Sei Harapan saat melakukan monitoring area produksi. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Selama hampir 25 tahun melayani kebutuhan air bersih di Kota Batam, PT. Adhya Tirta Batam (ATB) terus mengalami transformasi. Dimulai sebagai perusahaan kecil yang dipercaya oleh pemerintah, kini ATB telah menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia.

ATB mulai dipercaya sebagai pengelola air bersih di Kota Batam pada tahun 1995. Saat itu, perusahaan ini tidak dikenal oleh banyak orang. ATB dikenal saat suplai air terganggu. Namun komitmen ATB terus mendorong perusahaan untuk terus memberikan yang terbaik.

ATB melahirkan banyak inovasi dan kreatifitas selama mengabdi di pulau Batam. Tujuan utamanya adalah menghasilkan kualitas layanan dengan baik.

Berbagai strategi jitu guna mendorong perubahan besar bagi bisnis terus dilakukan. Terutama dalam kurun waktu 12 tahun belakangan. Tidak hanya mengedepankan keuntungan, tapi juga memberikan kinerja yang memuaskan.

"ATB bertransformasi sebagai perusahaan air terbaik dari Batam untuk Indonesia. Kinerjanya semakin gemilang dan telah menjadi 'Benchmark' bagi perusahaan air bersih terbaik, sukses dan profesional," ujar Head of Corporate Secretary ATB Maria Jacobus, Rabu (15/1/2020).

Menghadirkan layanan yang prima, ATB melakukan sejumlah peningkatan infrastruktur secara berkala. Investasi besar terus menerus digelontorkan untuk kebutuhan tersebut. Saat ini, total investasi ATB telah mencapai Rp 1,005 Triliun. Tumbuh signifikan dari nilai investasi di awal konsesi yang hanya berkisar Rp 26,482 miliar.

Investasi besar-besaran rutin dilakukan untuk memenuhi ekspektasi pelanggan yang terus bertumbuh. Saat ini, pelanggan ATB telah tumbuh dari 20.349 pelanggan di awal konsesi, menjadi lebih dari 281 ribu pelanggan.

ATB juga berhasil memenuhi harapan dengan meningkatkan cakupan wilayah layanan, dari 36 persen menjadi 99,7 persen. Lebih dari itu, ATB mampu berinovasi secara mandiri untuk menurunkan angka kebocoran air.

Kini, angka kebocoran air ATB adalah yang terendah di Indonesia, yakni 15 persen. Semakin kecil tingkat kebocoran air suatu perusahaan air minum, berarti semakin efisien perusahaan air minum tersebut.

"Tingkat kebocoran jadi bagian penting sebuah perusahaan air, dapat mengelola kebocoran dengan tepat menandakan perusahaan memberikan pelayanan yang baik," tambah Maria.

Tidak berhenti sampai di situ, alih fungsi teknologi membuat roda bisnis perusahaan semakin efisien. Hal ini dilihat dari perbandingan ratio karyawan untuk 1.000 pelanggan hanya dilayani oleh 2,06 karyawan ATB. Jauh lebih efisien dibanding awal beroperasi setiap 1.000 pelanggan dilayani 7,47 karyawan.

Mengelola perusahaan air dengan efisien tak terlepas dari peran para pemimpin yang solutif dan inovatif. Di lingkungan ATB harus bisa menemukan jalan keluar yang tepat bagi setiap masalah yang ditemukan. Tidak ada yang mengeluh dan berpangku tangan ketika ada masalah. Apalagi menyerah.

ATB mampu melakukan banyak terobosan dalam berbagai hal terutama dapat mengontrol kebutuhan air di suatu wilayah pelanggan, sehingga suplai air di distribusikan secara efisien dan tepat sasaran.

ATB telah menjadi aset yang mendukung cita-cita Batam untuk menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Nasional. Perusahaan telah memberikan kontribusi terbaik untuk mendukung pertumbuhan industri dan sektor pariwisata. Demikian juga kebutuhan domestik.

Setelah menjadi perusahaan air bersih terbaik di Indonesia, kini ATB menuju tahap berikutnya. Memberikan sumbangsih bagi peningkatan kualitas pengelolaan air baku di Indonesia. Kerjasama dengan sejumlah daerah lain terus ditawarkan.

"Apa yang kami lakukan di Batam adalah yang terbaik. Dan kini ATB berada di akhir konsesi. Sementara di lain pihak, daerah lain sudah menanti untuk mendapatkan kualitas layanan air yang sama seperti Batam. Kami bersiap melangkah ke tahap berikutnya," tutur Maria.

Editor: Yudha