Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Diperiksa Petugas Bandara Dabo, Muddasir Zahid Minta Maaf Atas Candaanya
Oleh : Nurjali
Kamis | 05-12-2019 | 19:22 WIB
dabo-bandara.jpg Honda-Batam
Petugas Bandara Dabo, Kabupaten Lingga saat memeriksa calon penumpang. (Foto: Nurjali)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Anggota DPRD Kabupaten Lingga, Muddasir Zahir meminta maaf atas insiden yang terjadi di Bandar Udara Dabo, soal ucapannya yang dianggap melanggar peraturan penerbangan, sehingga berakibat diperiksanya yang bersangkutan hingga gagal menggunakan pesawat.

"Dalam pemeriksaan badan (body search) saya sudah melepas semua yang diminta untuk discan dan sudah melewati screening body tanpa bunyi," cerita Mudassir saat dihubungi wartawan, Kamis (5/12/2019).

"Tetapi kemudian diperiksa oleh petugas dan menanyakan barang di saku celana. Saya katakan ini bukan bom, tetapi inhaler, dengan mengeluarkan barang dari saku saya," lanjut Muddassir yang akrab disapa Acin.

Ia yang saat itu akan melakukan perjalanan tugas ke Batam menggunakan Wings Air, akhirnya batal karena diperiksa oleh petugas untuk dimintai keterangan lebih lanjut.

Ia mengaku tidak mengetahui sama sekali, bahwa ucapannya tersebut merupakan suatu kesalahan. "Secara kooperatif, saya pun ikut diperiksa oleh petugas. Petugas mengkonfirmasi ulang yang saya ucapkan itu kata 'ini bukan bom'," terangnya.

Seperti yang dilihat dalam rekaman, kata dia, petugas juga mendengar jika yang dia ucapkan adalah kalimat penjelasan.

Ia menyampaikan, jika dalam peristiwa yang dia alami itu juga merupakan pembelajaran bagi masyarakat umum. Agar benar-benar menghindari istilah bom saat akan melakukan penerbangan.

Muddassir berharap, agar ke depan sosialisasi mengenai candaan bom di Bandara perlu dilakukan lebih intensif kepada masyarakat. Mengingat peristiwa yang dia alami adalah bagian dari ketidaktauhan yang mungkin juga dirasakan oleh sebagian masyarakat lainnya.

"Sebenarnya sudah ada beberapa kali orang yang diperiksa seperti saya. Karena memang prosedurnya seperti itu, saya tetap kooperatif dan secara pribadi memohon maaf," imbuhnya.

Ia mengatakan, untuk menghargai proses pemeriksaan, dia kemudian menunda keberangkatannya, dan melanjutkan perjalanan tugas ke Batam dengan menggunakan kapal laut keesokan harinya.

Awalnya, Mudassir yang belum dikonfirmasi lebih lanjut, menyayangkan kabar dugaan dirinya bercanda soal bom di Bandara menjadi perbincangan di masyarakat tanpa penjelasan darinya secara langsung.

Editor: Gokli