PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Peringatan HUT Armada RI 2019

Guskamla Koarmada I Inisiasi Program Safety Sailing
Oleh : Kalit
Selasa | 03-12-2019 | 08:16 WIB
cofee-morning.jpg honda-batam
Coffe morning Guskamla Koarmada I dalam rangka rangkaian peringatan HUT Armada RI tahun 2019, Senin (2/12/2019). (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Guskamla Koarmada I menyelenggarakan acara minum kopi bersama sejumlah pejabat instansi yang terkait keamanan laut dan sejumlah asosiasi pengguna laut dan jasa maritim yang berada di Batam dan Kepulauan Riau (Kepri) dalam rangka rangkaian peringatan HUT Armada RI tahun 2019, Senin (2/12/2019) di Gedung Nakula Guskamla Koarmada I.

Pejabat yang hadir diantaranya adalah Kepala BP Batam, Dirpolairud Polda Kepri, Kepala Kantor Bea dan Cukai Batam, Kepala Kantor Imigrasi Batam, Kepala Kantor ESDM, Kepala Kantor SAR, Kepala Kantor KKP, Komandan Pangkalan Bakamla Batam, Kepala KSOP Batam, Lantamal IV/TPI dihadiri Dansatrol dan Asops, Danlanal Batam, Danlanal Tanjung Balai Karimun serta instansi lainnya yang terkait dengan penyelenggaraan keamanan laut.

Perwakilan pengguna laut, Industri jasa maritime maupun pendukung sektor pariwisata bahari juga turut memeriahkan kegiatan minum kopi Bersama yang dilaksanakan penuh suasana keakraban.

Dalam sambutannya Komandan Guskamla Koarmada I, Laksamana Pertama TNI Yayan Sofiyan ST menyampaikan bahwa kegiatan tersebut diharapkan dapat menjadi momentum terjalinnya komunikasi antara pemangku keamanan laut dari berbagai instansi dengan para pengguna laut sehingga terbangun sinergitas yang baik.

Selat Malaka telah menempatkan Kejayaan Kerajaan Sriwijaya menjadi sebuah kerajaan besar dan kaya dengan penguasaan akses perdagangan yang melalui jalur Selat Malaka yang juga tentunya dapat mensejahterakan rakyatnya saat itu, pesona Selat Malaka selalu menjadi daya tarik bangsa bangsa lain.

Perebutan akses penting jalur perdagangan dunia tersebut juga terjadi dari Portugis dengan Belanda. Guna penguasaan secara mutlak, Belanda membentuk sejumlah kerajaan boneka untuk melakukan politik pecah belah 'Devide Et Impera'.

Selat Malaka juga pernah menyandang predikat 'The Most Dangerous Water in The World' pada era tahun 1990-2000 dan hal tersebut dapat ditepis setelah operasi keamanan laut berhasil mengatasi sejumlah aksi gangguan keamanan laut dengan menggelar trilateral cooperationantara TNI AL, TLDM dan RSN.

Upaya menciptakan keamanan laut yang kondusif tentunya juga sudah dilaksanakan sejumlah instansi secara terpadu melalui kegiatan Patkor Optima antara TNI AL, TLDM, Polairud, Unsur Bea dan Cukai, Imigrasi, Kementerian Kelautan dan Perikanan dan Bakamla RI. Walaupun berbagai upaya telah dilaksanakan untuk menciptakan iklim yang kondusif dan rasa aman bagi para pengguna laut, sampai dengan saat ini belum memberikan konstribusi terhadap peningkatan kesejahteraan masyarakat maritime maupun devisa negara.

Hal tersebut dapat terlihat dari tingginya berbagai aktivitas pelayaran maupun industry kemaritiman di Sepanjang Selat Malaka masih didominasi Singapura dan Malaysia. Kedua Negara tersebut terus memicu pembangunan berbagai infrastruktur yang diperlukan guna menunjang pelayaran global dan industry kemaritiman dari berbagai sektor sepanjang Selat Malaka.

"Guna mengembalikan kejayaan masa lalu, kita semua tidak mungkin hanya menjadi penonton hiruk pikuknya sepanjang waktu menyaksikan aktivitas pelayaran yang padat, industri-industri kemaritiman yang terus menggeliat. Tidak mungkin dilaksanakan secara partial namun harus dilaksanakan secara sinergis baik antar pemangku keamanan laut dari berbagai instansi dengan para pengguna laut maupun pelaku bisnis kemaritiman guna membangkitkan ekonomi maritime," ujar Danguskamla Koarmada I dalam paparannya.

Guna mewujudkan hal tersebut diatas Guskamla Koarmada I menginisiasi pelaksanaan acara minum kopi Bersama yang juga sebagai tindak lanjut arahan Bapak Presiden RI, Ir H. Joko Widodo agar seluruh aparat membangun sinergitas yang baik dalam mendukung setiap program pemerintah serta kebijakan Bapak Kasal, Laksamana TNI Siwi Sukma Adji, S.E., MM agar berinovasi menciptakan tindakan yang nyata dirasakan oleh organisasi maupun lingkungan sekitarnya.

Sebelum peluncuran Program Safety Sailing dan penyerahan secara simbolik kartu keanggotaan Forum Komunikasi Komunitas Pengguna Laut dan Jasa Maritim oleh Danguskamla I dan para pejabat instansi terkait keamanan laut kepada sejumlah perwakilan. Kepala Staf Guskamla Koarmada I, Kolonel Laut (P) Kunto Tjahjono, S.E. menyampaikan kegiatan yang diselenggarakan tersebut mendapatkan respon yang sangat positif dari sejumlah pihak dan berharap terus dilaksanakan secara periodik.

Sejumlah pihak juga berharap agar pembentukan keanggotaan FKKPLJM keanggotaannya terus meningkat jumlahnya guna membangun koneksitas pengguna laut dan jasa maritime di seluruh Indonesia maupun perwakilan/keagenan di sejumlah negara.

Editor: Yudha