PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Sensus Penduduk 2020, Masyarakat Diminta Daftarkan Diri Secara Online
Oleh : Redaksi
Kamis | 07-11-2019 | 19:04 WIB
bps-kepri-tpi1.jpg honda-batam
Kantor BPS Kepri di Kota Tanjungpinang. (Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Berbeda dari sebelumnya, sensus penduduk 2020 mendatang akan dilakukan secara mandiri. Masyarakat diminta mendata diri sendiri, melalui website dan aplikasi yang disediakan Badan Pusat Statistik (BPS).

Sensus penduduk 2020 mendatang bakal dibagi dalam dua periode. "Sensus dibagi dua. Yang pertama sensus online pada Februari dan Maret. Apabila ada hambatan sinyal, kemudian orang tidak bisa melakukan sensus online maka mereka akan kami datangi door to door untuk memastikan kepri tercatat di bulan Juli," ujar Kepala BPS Provinsi Kepri, Ir Zulkipli, Senin (4/11/2019) seperti dikutip situs resmi Diskominfo Kepri.

Pada sensus penduduk 2020 mendatang, memang akan dilakukan ujicoba sensus secara mandiri. Ditargetkan sekitar 15 persen dari sekitar 1,9 juta masyarakat Kepri, akan melakukan sensus secara online.

Sensus online nantinya dapat diakses melalui sensusbps.go.id, juga melalui aplikasi yang dapat diunduh di Playstore. Namun website dan aplikasi tersebut baru dapat diakses mulai 15 Februari 2020 mendatang.

Untuk melakukan sensus penduduk secara mandiri, tidak sulit. Cukup dibekali dengan kartu keluarga (KK) saja.

"Untuk mengisi secara mandiri perlu KK, karena pertama kali ditanya adalah NIK. Saat dimasukan NIK, maka akan keluar struktur data yang tercatat di Dukcapil," jelas Zulkipli.

Nanti masyarakat akan diminta mengisi nama serta menyesuaikan apakah alamat tempat tinggal sesuai dengan di KTP atau tidak. Jika tidak, maka dapat diisi alamat sesuai dengan tempat tinggal. Juga akan diminta mengisi jenjang pendidikan, pekerjaan, serta tempat dan tanggal lahir.

"Pada dasarnya hanya meng-update data yang ada di Dukcapil," tambah Zulkipli.

Ia menekankan pentingnya sensus penduduk ini, karena akan dapat mendata jumlah dan sebaran penduduk hingga ke tingkat RT.

Nantinya data tersebut dapat digunakan pemerintah dalam melaksanakan pembangunan. "Apalagi wilayah kita yang tersebar ini, nanti kita akan tahu apakah di suatu wilayah butuh sekolah, pekerjaan, transportasi dan sebagainya," sebut Zulkipli.

Editor: Gokli