PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Disperindag Batam Ajukan Penambahan Anggaran Pengawasan Distribusi BBM
Oleh : Putra Gema Pamungkas
Jum\'at | 11-10-2019 | 17:16 WIB
007_Edward_Brando01.jpg honda-batam
Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando. (Dok)

BATAMTODAY.COM, Batam - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disprindag) Kota Batam usulkan ke Komisi II DPRD Batam untuk penambahan anggaran khusus kuota dan distribusi BBM di Batam.

Usulan tersebut diungkapkan Ketua Komisi II DPRD Batam, Edward Brando ketika dihubungi melalui telepon selulernya, Jumat (11/10/2019).

"Kami berharap dengan adanya penambahan anggaran pengawasan untuk BBM di Batam, maka apa yang kita harapkan dari sisi pengawasan itu bisa lebih efektif," kata Edward.

Edward mengatakan, Disperindag Batam dilibatkan dalam menentukan kuota BBM bersubsidi di Batam. Saat penentuan kuota, otomatis harus berbanding lurus dengan pengawasannya.

Hal ini karena selama ini, di Batam kurang konsen untuk pengawasan kuota maupun pendistribusian BBM. Maka dari itu, Pemko Batam melalui Disperindag Batam mengusulkan penambahan kuota BBM seperti saat ini penambahan kuota untuk pertalite.

Terkait penambahan kuota BBM, Edward menegaskan percuma saja kalau akar permasalahan yang menyebabkan kelangkaan BBM itu tak diurai atau tak diberantas.

"Ingat, subsidi BBM itu jadi beban nasional. Jangan-jangan dari kota subsidi BBM itu sebenarnya sudah mencukupi untuk kebutuhan masyarakat Batam. Karna kurangnya pengawasan di lapangan, sehingga yang terjadi itu seperti sekarang ini, kelangkaan BBM jenis premium, solar dan juga pertalite sekalipun yang tak bersubsidi," ujarnya.

Komisi II DPRD Batam sendiri akan menyetujui penambahan kuota BBM, asalkan setelah melalui pengkajian dan investigasi oleh Disperindag Batam bersama Pertamina. Sebab tanpa adanya kajian, sulit rasanya menyetujui penambahan kuota BBM.

"Berapapun jumlah kuota itu ditambah, tapi kaalau para oknum atau pemain BBM dibiarkan begitu sjaa, maka akar masalah kelangkaan BBM itu tetap akan terjadi tiap tahunnya. Kami akan kaji dalam beberapa minggu ini untuk melakukan pertemuan dengan Disperindag Batam dan Pertamina. Nanti akan kami rumuskan berapa kira-kira kebutuhan BBM bersubsidi di Batam agar pengawasannya efektif," ujarnya.

Soal berapa besaran angka yang diusulkan untuk penambahan anggaran pengawasan, Edward Brando menegaskan komisi II DPRD Batam belum menentukan angkanya. Namun, pada intinya penambahan anggaran pengawasan untuk BBM di Batam nantinya akan diimplementasikan di tahun depan.

"Harapannya tahun depan yang namanya kelangkaan BBM bersubsidi yang tiap tahun selalu terjadi tiap mendekati akhir tahun dan over suplay bisa diminimalisir dengan penguatan pengawasan di distribusi maupun kuota," tegasnya.

Editor: Yudha