PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Indonesia Bersih & Bebas Sampah

500 Pegiat Persampahan dari 34 Provinsi Siap Hadiri Jambore di Bali
Oleh : Irwan Hirzal
Kamis | 10-10-2019 | 13:28 WIB
sampah-jambore.jpg honda-batam
Pegiat persampahan di Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Sebanyak 500 pegiat persampahan dari 572 pendaftar dinyatakan lolos seleksi untuk mengikuti Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 yang akan digelar pada 10-12 Oktober 2019 mendatang di Bumi Perkemahan Margarana, Tabanan, Bali.

Jambore Indonesia Bersih & Bebas Sampah 2019 atau di media sosial dikenal dengan tagar #JamboreIBBS2019 merupakan perhelatan tahun ke-4 sekaligus menjadi rangkaian Hari Habitat Dunia (HDD) dan Hari Kota Dunia (HKD) tahun ini.

Kegiatan ini sekaligus jadi momentum strategis berkumpulnya seluruh pegiat yang peduli terhadap persoalan persampahan di Indonesia demi terwujudnya kekuatan bersama untuk menciptakan berbagai solusi pengelolaan sampah yang berkelanjutan.

Sebelumnya, kegiatan berskala nasional ini berhasil dilaksanakan di Solo, Jawa Tengah, pada 2016 dan berhasil mendatangkan 234 peserta dari 22 Provinsi. Hasil dari pelaksanaan Jambore pertama tersebut ialah '13 Isu Persampahan' yang terdiri dari; pendidikan, sampah bercecer, strategi pengurangan sampah, organik, scale and sustainability, teknologi, gerakan dan kampanye, regulasi, kepemimpinan dan kelembagaan, wilayah terdepan, terluar dan tertinggal, an-organik,
pembiayaan, dan penanganan hilir.

Kemudian pada 2017 berhasil digelar di Aceh dengan jumlah 290 peserta dari 21 Provinsi. Perhelatan kedua ini menghasilkan rencana aksi dan rekomendasi untuk pelaksanaan Hari Peduli Sampah Nasional (HPSN) tahun 2018 di tiap provinsi.

Dan pada 2018 berhasil digelar di Malang, Jawa Timur, serta berhasil menghadirkan 367 peserta dari 34 Provinsi di Indonesia. Kegiatan ini menghasilkan identifikasi tantangan pendanaan/pembiayaan terkait 13 isu persampahan serta rekomendasi aksinya.

"Di Jambore tahun ini peserta tidak lagi hanya sekadar belajar ataupun berbagi terkait isu persampahan, tetapi juga menjadi perwakilan Provinsi masing-masing yang akan terlibat langsung dalam membentuk dan menjalankan Forum Komunikasi Provinsi Bebas Sampah. Forum Komunikasi ini bukan sebuah entitas baru, namun menjadi wadah bagi lintas-aktor peduli persampahan untuk dapat berkolaborasi di wilayah masing-masing pasca Jambore. Forum ini juga diharapkan menjadi output berkelanjutan dari pelaksanaan Jambore tahun ini khususnya dalam hal mengadvokasi implementasi dari Kebijakan dan Strategi Nasional (Jakstranas) dan Kebijakan dan Strategi Daerah (Jakstrada) Pengelolaan Sampah Rumah Tangga dan Sampah Sejenis Sampah Rumah Tangga," ujar Koordinator Nasional #JamboreIBBS2019, Andre Prasetyo, yang akrab dipanggil Andre dalam rilis yamg diterima pada Kamis (10/10/2019).

Jambore IBBS2019 mengangkat tema utama 'Membangun Sinergi dan Kolaborasi Lintas Stakeholder untuk Keberlanjutan Pengelolaan Persampahan di Indonesia'. Isu ini diangkat dan turut didukung oleh Kementerian PUPR. Sejalan dengan PUPR, Sekretariat Nasional Habitat Indonesia juga turut mendukung rangkaian #JamboreIBBS2019 yang disenergikan bersama peringatan Hari Habitat Sedunia, dengan tema utama yang diangkat di Indonesia yaitu Generasi Masa Depan Generasi Peduli Persampahan.

Sinergi dan kolaborasi lintas stakeholder juga menjadi hal yang penting menuju tercapainya target pengurangan sampah sebesar 30% dan penanganan sampah sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden nomor 97 tahun 2017 serta target penanganan sampah plastik di laut sebesar 70% sampai dengan tahun 2025 yang ditetapkan pada Peraturan Presiden nomor 83 tahun 2018.

"Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat telah melaksanakan pembangunan berbagai infrastruktur untuk berbagai skala penanganan, baik skala regional, skala kota, skala kawasan sampai dengan skala komunal. Salah satu upaya pendekatan yang dilaksanakan oleh pemerintah adalah pembangunan infrastruktur sanitasi berbasis masyarakat, yakni mengedepankan keterlibatan masyarakat dan unsur lain dalam proses pembangunan dan keberlanjutan. Untuk bidang persampahan, telah banyak dilakukan pembangunan Tempat Pengolahan Sampah dengan Pola 3R (Reduce, Reuse, Recycle) atau yang dikenal dengan sebutan TPS-3," tutup Prasetyo selaku Direktur Pengembangan Penyehatan Lingkungan.

Editor: Gokli