PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Kantor Bahasa Kepri Beri Penyuluhan Bahasa kepada Wartawan, Kominfo, dan Humas di Lingga
Oleh : Wandy
Kamis | 10-10-2019 | 10:15 WIB
dewan-bahasa-lingga.jpg honda-batam
Penyuluhan bahasa Indonesia dalam jurnalistik bagi Humas, Kominfo dan wartawan se-Kabupaten Lingga. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Lingga - Wartawan, Kominfo, dan Humas di Kabupaten Lingga mendapatkan kesempatan mengikuti penyuluhan bahasa Indonesia. Kegiatan tersebut digagas oleh Kantor Bahasa Kepri yang berlangsung di One Hotel, Dabo Singkep, Lingga, Rabu (9/10/2019)

Kegiatan tersebut bertemakan "Penyuluhan bahasa Indonesia dalam jurnalistik bagi humas, Kominfo dan wartawan se-Kabupaten Lingga", dalam rangka meningkatkan penggunaan bahasa Indonesia yang baik dan benar di ruang publik.

Kabag Humas Kominfo Setda Kabupaten Lingga Zainal Abidin menjadi narasumber dalam penyuluhan membahas ragam bahasa Indonesia di Kabupaten Lingga.

Menurutnya, ketika menggunakan bahasa Indonesia ada dua pokok yang akan digunakan yakni bahasa baku dan bahasa tidak baku. Disamping itu ada ragam bahasa Indonesia berdasarkan media, baik itu ragam bahasa lisan dan bahasa tulis.

"Sehingga hal tersebut harus diperhatikan seperti ejaan bahasa Indonesia. Agar penggunaan bahasa diruang publik dapat dengan baik dan benar, kita contohkan seperti surat kedinasan, karya ilmiah dan surat kabar penggunaan bahasa Indonesia harus benar," jelas Zainal

Dia juga menjelaskan, ragam bahasa berdasarkan penulis atau penutur. Dimana ragam bahasa berdasarkan daerah, lalu berdasarkan pendidikan penutur, ragam bahasa berdasarkan sikap penutur, serta ragam bahasa menurut pokok persoalan.

"Makin formal jarak penutur dan kawan bicara maka akan makin resmi serta makin tinggi tingkat kebakuan bahasa dan sebaliknya," bebernya.

Abidin menjelaskan, Kabupaten Lingga terkenal sebagai Bunda Tanah Melayu serta memiliki ragam bahasa Indonesia yang berbeda-beda, seperti halnya di antar pulau, melayu kental dan lingkungan.

"Dimana masyarakat antara satu pulau dengan pulau lainnya. Yang diakibatkan oleh dialek daerah, daerah pendidikan serta sikap. Selain itu dalam kesehariannya bahasa melayu lebih kental dan mendominasi sebagai sarana komunikasi antara masyarakat di daerah," ujarnya.

Editor: Dardani