PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

PKM di Pulau Mecan, Unrika Beri Pelatihan Budidaya dan Pengelolaan Sayuran
Oleh : Hendra
Sabtu | 14-09-2019 | 08:16 WIB
pulau-macan.jpg honda-batam
PMK Unrika di Pulau Mecan, Belakang Padang, Batam. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Demi mengaplikasikan point dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, Universitas Riau Kepulauan (Unrika) melalui program Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) melaksanakan dedikasi ke tengah masyarakat Pulau Mecan, Kecamatan Belakangpadang, Kota Batam.

Kegiatan ini merupakan program hibah dari Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemeristekdikti) tahun 2019 untuk tim Unrika dalam pelaksanaan program kemitraan masyarakat bersama perguruan tinggi.

PKM ini sendiri dilaksanakan dengan mengusung tema 'Budidaya dan Pengelolaan Sayuran di Pulau Mecan Kota Batam', yang mana kegiatan dilakukan dalam 3 tahap, yaitu cara menanam sayuran dengan teknik hidropronik berbasis barang bekas, kemudian pembuatan pupuk organik cair, dan terakhir pengemasan produk hasil olahan masyarakat.

"Alhamdulillah, tahun ini Unrika mendapat bantuan hibah dari Kemenristekdikti untuk pelaksanaan PKM di masyarakat Pulau Mecan. PKM yang dilaksanakan ini mengajarkan dan melatih masyarakat untuk membudidayakan berbagai macam sayuran dengan teknik hidroponik dengan mengelola hasilnya secara mandiri," ujar Dr Suryo Hartanto selaku Ketua Program PKM Unrika, Jumat (13/9/2019).

Orientasi dari program ini disebutkan untuk membantu masyarakat dalam mengatasi permasalahan kebutuhan harian, terkhususnya sayur-mayur. Karena menurutnya, di beberapa wilayah hinterland di Kota Batam masyarakat masih sangat jarang bercocok tanam, karena mayoritas bekerja sebagai nelayan.

"Sehingga program ini diharapkan mampu memberikan pemahaman dan menjadi alternatif pekerjaan bagi masyarakat sekitar," tambahnya.

Sementara itu, tim dari program ini adalah Dr Suryo Hartanto (Ketua), Fenny Agustina (anggota), Yustinus Farid (anggota) serta beberapa mahasiswa Unrika untuk pelaksanaan di lapangan. Pelaksanaan kegiatan, telah dimulai dari tahap persiapan hingga pelaksanaan yakni sekitar 6 bulan, dari bulan April-September 2019.

"Tim pelaksana PKM ini dari berbagai multidisiplin ilmu. Saya dari Prodi Matematika, Bu Fenny dari Prodi Biologi, dan Pak Farid dari Prodi Ilmu Pemerintahan. Hal ini dikarena ketika berhadapan dengan masyarakat kita harus melakukan pendekatan secara sosial dan itu ilmunya pak Farid, sedangkan untuk mengetahui kandungan bahan-bahan kimia butuh orang biologi dan itu bidang Bu Fenny," tutur Suryo.

"Setiap tahunnya disebutkan juga bahwa Kemenristekdikti telah mengucurkan anggaran untuk dosen yang ingin melakukan penelitian dan pengabdian kepada masyarakat, akan tetapi ada prosedur dan ketentuan yang harus dilewati hingga program tersebut diterima," pungkasnya.

Editor: Gokli