PKP

Pihak SMAN 3 dan SMKN 3 Tanjungpinang Sepakat Berdamai dan Saling Memaafkan
Oleh : Roland Aritonang
Kamis | 15-08-2019 | 14:04 WIB
teken-perjanjian1.jpg honda-batam
Pelajar yang terlibat tawuran teken perjanjian disaksikan pihak sekolah dan Polisi. (Foto: Roland Aritonang)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Setelah terjadi mediasi, tawuran antara pelajar SMAN 3 dan SMKN 3 Tanjungpinang akhirnya berdamai dan saling memaafkan.

Mediasi ini dihadiri kepala sekolah masing-masing serta Kapolsek Tanjungpinang Timur AKP Indra Jaya, Kapolsek Tanjungpinang Timur Iptu Firuddin, Satpol PP Provinsi Kepri, siswa dan orangtua siswa masing-masing serta Bhabinsa Kodim 0315/Bintan.

Kepala Sekolah SMKN 3 Tanjungpinang, Jumadi, memeberikan pengarahan kepada seluruh siswa yang ikut serta dalam tawuran yang terjadi beberapa waktu lalu. Meminta kepada siswa tidak akan mengulangi dan melanjutkan kembali tawuran yang terjadi.

"Masalah yang kamu buat semalam, mengundang orangtua dan media, pernah gak kalian berpikir hal ini bisa terjadi, kalian mau jadi terkenal masak mau jadi terkenal dengan yang tidak baik," ujar Jumadi.

Ia memaparkan, kejadian tawuran kemarin terjadi pada saat di luar jam sekolah, sehingga tidak menjadi tanggung jawab sekolah, karena tanggung jawab sekolah dari pukul 07.00 - 15.00 WIB.

"Batas pengawasan kami di sekolah pukul 07.00 WIB sampai pukul 15.00 WIB, jadi kejadiannya di luar jam sekolah," katanya.

Ia meminta kepada seluruh siswa untuk membuka hati dan legowo untuk memaafkan. Dirinya meminta jangan sampai kejadian ini terjadi lagi cukup hari ini selesai. Begitu juga dengan orang untuk tidak menjadi provokator bagi anak-anaknya.

Di tempat yang sama, Kasi Perserta Didik SMK Dinas Pendidikan Provinsi Kepri, Arif Salman mengatakan, memohon maaf kepada semua pihak, atas kejadian ini. Kejadian yang tidak diinginkan ini kejadian sangat memalukan khususnya Kepri.

"Siapa mau kejadian ini terekspose. Kalian memiliki masa depan. Jadi saya mohon kejadian ini tidak dilanjutkan. Marilah kita saling memaafkan dan ini suatu khilafan," singkatnya.

Editor: Gokli