PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Satgas Gakkum Karhutla Natuna Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan Warga
Oleh : Kalit
Rabu | 14-08-2019 | 16:52 WIB
karhutla-natuna1.jpg honda-batam
Satgas Gakkum Karhutla Natuna. (Foto: Kalit)

BATAMTODAY.COM, Natuna - Satuan tugas penegakan hukum kebakaran hutan dan lahan (Satgas Gakkum Karhutla) dipimpin Kasat Reskrim Polres Natuna AKP Hendriyanto harus berjibaku untuk memadamkan kebakaran lahan warga di perbatasan Desa Sleman dan Desa Gunung Putri, Selasa (13/8/2019).

Dengan peralatan seadanya, tim gabungan berusaha memadamkan api yang membakar kebun karet masyarakat. Dengan kondisi cuaca panas dan hembusan angin kuat, menjadi kendala untuk tim dapat memadamkan api.

Di jelaskan AKP Hendri, saat peristiwa kebakaran, kondisi area tidak dapat dilewati kendaraan roda 4, sehingga tim harus kerja keras berjalan kaki membawa pompa air untuk memadamkan api.

" di Lokasi terbakar tidak bisa masuk mobil, tim harus jalan kaki, dengan peralatan pompa air biasa, kita memadamkan api tersebut" ucap AKP Hendri kepada BATAMTODAY.COM (14/8/2019).

Tambahnya,untuk mengatasi Masalah dilapangan, Hendri telah mempersiapkan peralatan pemadaman dengan menghadirkan Pompa semprot dengan dukungan bak atau galon penampungan air di atas mobil agar memudahkan saat pengisian ulang.

Kerja keras tim gabungan akhirnya menuai hasil, dalam waktu 2 jam api dapat dipadamkan dan memastikan wilayah tersebut tidak ada lagi titik sumber api.

"Api yang melahap lokasi cepat membesar dikarenakan cuaca panas dan ditambah hembusan angin sehingga semakin membuat api cepat menyebar membakar lahan dilokasi karhutla tersebut dan untuk sementara ini asal mula api belum dapat diprediksi" terangnya.

Pada kesempatan ini juga, AKP Hendri meminta peran serta masyarakat untuk tidak membakar lahan dengan sembarangan. Selain itu juga diimbau agar membuang puntung rokok sembarangan, karena dapat berpotensi menyebabkan kebakaran lahan atau hutan.

Hendri juga menekankan bagi orang yang sengaja membakar lahan dan menyebabkan area sekitarnya terbakar akan di kenakan tindakan pidana dengan menerapkan Pasal 187 KUHP dengan ancaman maksimal 12 tahun penjara.

Editor: Yudha