PKP

Bendungan Sei Gong Batam Diresmikan, Berkapasitas 11,8 Juta Meter Kubik
Oleh : Charles Sitompul
Jum\'at | 19-07-2019 | 18:04 WIB
bendungan-seigong1.jpg honda-batam
Peresmian Bendungan Sei Gong ditandai dengan penekanan tombol sirine. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Plt.Gubernur Isdianto dan Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi meresmikan proyek Bendungan Sei Gong Batam, Jumat (19/7/2019).

Plt Gubernur Kepri H Isdianto mengucapkan terima kasih kepada presiden Joko Widodo dan Menteri PUPR Basuki Hadimuljanto, yang telah mengalokasikan anggaran APBN dan melaksanakan pembangunan bendungan sebagai sumber bakau air minum di Batam itu.

"Terima kasih sebesar besarnya dan setulusnya kami ucapakan kepada Pak Presiden Joko Widodo dan Pak Menteri Basuki Hadimuljanto atas atas pembangunan ini," kata Isdianto.

Kepri, yang 96 persennya merupakan lautan, sambung Isdianto, sangat memerlukan banyak bangunan membangun infrastruktur dan sektor lainnya. Dengan keterbatasan anggaran, belum semua bisa dilakukan dengan maksimal.

"Karena itu bantuan pusat sangat diharapkan, APBD jelas tak memadai membangun semua sektor di Kepri. Kami butuh uluran tangan dari Jakarta," ungkapnya.

Isdianto juga mengatakan, terlaksananya pembangunan Bendungan Sei Gong Batam itu, juga merupakan sinergi yang kuat antara pusat dan daerah dalam percepatan realisasi pembangunan.

"Karena itu, kami sangat berharap, pemerintah pusat terus mengucurkan APBN untuk membangun sejumlah sektor di daerah. Karena, kalau tidak minta ke pusat, dari mana kita bisa membangun maksimal karena minimnya dana APBD kita," kata Isdianto.

Memang lanjut Isdianto, pemerintah pusat berharap provinsi mandiri, dan kalau sudah mandiri tentu daerah tidak lagi minta ke pusat.

"Tapi saat ini Kepri selalu menanti bantuan pusat. Seperti mimpi masyarakat Batam untuk mendapat air yang berkecukupan, akan terealisasi dengan adanya bendungan Sei Gong yang dibangun Ini," kata Isdianto.

Isdianto juga berharap akan semakin banyak program strategis nasional yang dilakukan pemerintah pusat di Kepri. Selain Jembatan Batam-Bintan, Isdianto juga menyebut bendungan Busung sebagai salah satu yang sangat dibutuhkan.

Sementara itu, Dirjen Sumber Daya Air Kementerian PUPR Hari Suprayogi mengatakan bahwa dengan kolaborasi dan kerja sama, pembangunan akan cepat terealisasi. Kolaborasi itu terlihat dalam pembangunan Seigong.

Seigong ini, kata Hari merupakan salah satu dari 65 bendungan dalam rangka ketahanan air untuk mendukung ketahanan pangan dan energi. Selain Seigong, Dam Busung di Bintan segera terealisasi. Pihak Dirjen Sumberdaya Air sudah membuat desainnya. Bendungan ini mampu menyediakan air baku 400 liter per detik.

"Busung bisa 4.000 liter per detik. Potensinya bisa ke Batam, Bintan dan Tanjungpinang," kata Hari.

Hari yakin jika pembangunan Bendungan Seigong bisa tiga tahun, Busung pun diharap lebih cepat dari itu setelah dimulai. "Semoga memberi manfaat bagi rakyat, khususnya kota Batam," ujarnya.

Kepala Balai Wilayah Sungai IV Ismail Widadi mengatakan peresmian ini menandai selesainya pembangunan Seigong tepat waktu. Bendungan ini mampu menampung 11,8 juta meter kubik. Saat ini sedang proses pengisian dan desalinasi hingga 1-2 tahun ke depan.

Editor: Yudha