PKP
Lulus Verifikasi Dewan Pers No.126/DP-Terverifikasi/K/X/2017

Polda Kepri Juga Bidik Penadah Plat Baja Jembatan Dompak
Oleh : Hadli
Selasa | 16-07-2019 | 16:28 WIB
acf-tahan1.jpg honda-batam
Andi Cori Fatahuddin, tersangka pencurian plat baja sisa Pelabuhan Dompak sebelum dijebloskan ke Rutan Tanjungpinang. (Foto: Roland Aritonang)

BATAMTODAY.COM, Batam - Direktur Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum) Polda Kepri Kombes Pol Hernowo Yuli menegaskan langkah selanjutnya dalam kasus pencurian plat baja Jembatan Dompak, Tanjungpinang, yakni melengkapi berkas calon tersangka lainnya yang berperan sebagai penadah.

"Langkah selanjutnya, kita akan lakukan pengembangan pihak yang menampung dan menerima barang-barang curian pelat baja tersebut," ujar Hernowo kepada BATAMTODAY.COM, usai memberikan arahan kepada anggota yang menggiring tersangka Andi Cori Patahuddin dan Andi Usman ke Kejaksaan Tinggi Kepri dalam rangka tahap II di Mapolda Kepri, Selasa (16/7/2019).

Heronowo juga menegaskan, siapapun yang terlibat dalam rangkaian pencurian pelat baja tersebut, katanya, tidak akan lolos dari jeratan hukum.

"Dari awal sudah saya sampaikan, siapapun orangnya yang terlibat akan kita proses. Akan kita lengkapi bukti-buktinya," tutupnya.

Satu diantara terduga pihak yang terlibat dalam rangkaian pencurian pelat baja tersebut bernama La Mane dibebaskan majelis hakim Pengadilan Negri Tanjungpinang.

Dalam kesaksiannya di persidangan ia mengaku hanya sebagai perantara penjualan palat baja itu. Namun upayanya untuk mengambil keuntungan di gunting Among alias Hartojo. Dari penjualan besi plat baja yang sebelumnya dijanjikan Andi Cori dengan dirinya, akan dijual kepad Rifin dan Meri.

Dalam kesaksianya pada majelis hakim PN Tanjungpinang, Selasa (14/5/2019) mengatakan, pada 5 Juni 2018, Among yang disebut sebagai pembina Ormas Melayu Raya mendatangi Gudang Meri dan bertanya siapa yang angkut dan dari mana besi plat baja itu diambil.

"Saat itu saya lihat dia datang dan bertanya ke Meri, dan Meri minta saya antarkan Among ke lokasi pengambilan besi plat baja san aaya antarkan dia ke sana," ujar La Mane.

Kepada terdakwa La Mane, saat itu Among juga bertanya, siapa yang suruh ambil dan jual besi plat baja itu. La Mane mengatakan Andi Cori.

Setelah sampai di Dompak, La Mane dan Among bertemu dengan Andi Cori. Dalam pembicaraan itu, Among menyatakan berminat membeli besi plat baja Jembatan Dompak tersebut.

"Saat bertemu Andi Cori di Dompak, Among bilang berminat mau beli. Selanjutnya mereka berbicara dengan Andi Cori Cs, di restoran saat itu," terang La Mane.

Setelah pertemuan Andi Cori dan Among di Dompak itu sambung La Mane, Andi Cori sudah tidak mau lagi jual besi plat baja kepadanya, karena diketahui La Mane hanya sebagai perantara.

"Tanggal 7-8 Juni 2018, Saya tanya lagi Andi Cori, kapan lagi besinya diangkat, dia bilang kami urus dulu dokumenya," sebut La Mane.

Namun kenyataanya, Andi Cori cs sudah mengangkut sejumlah besi plat baja Dompak itu ke lokasi kawasan Among, serta ke sejumlah tempat lainya.

"Saya ditelikung dan ditinggalkan, setelah tahu saya hanya perantara dan malah saya yang dituduh sebagai pencuri, saya hanya perantara. Mereka-Mereka itulah yang mencuri dan suruh ambil, atas DP yang saya kasih, maka saya ambil," ujarnya.

Pada sidang pemeriksaan sebelumnya, Andi Cori Patahuddin, tersangka pencurian plat baja pembangunan Jembatan Dompak mengaku menerima uang sebesar Rp 630 juta dari tiga orang di antaranya La Mane, Among dan Sugi, sebagai pembeli barang curian besi plat baja Jembatan Dompak tersebut.

Dalam persidangan, Andi Cori Patahuddin mengaku menerima sejumlah uang dari penjualan plat baja kepada ketiga pembeli di antaranya, La Mane membeli dengan harga Rp 100 juta, Among membeli genshet dan poton Rp 380 juta dan Sugi membeli plat baja Rp 150 juta.

Cori mengaku pengambilan plat baja itu kategori aset milik PT Nindiya Karya, berdasarkan pembangunan Jembatan I Dompak pada tahun 2007.

Editor: Yudha