PKP

Inovator Asal Lingga

Ubah Limbah Plastik Jadi Batako, Maharani dan Alfikri Juarai Lomba TTG Kepri 2019
Oleh : Redaksi
Sabtu | 13-07-2019 | 11:28 WIB
juara-ttg-19-kepri.jpg honda-batam
Inovator asal Lingga saat menerima trofi juara I lomba TTG Kepri 2019. (Diskominfo Kepri)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Maharani dan Alfikri, inovator asal Kabupaten Lingga, keluar sebagai juara I lomba Lomba Inovasi Tepat Guna (TTG) Tingkat Provinsi Kepri 2019. Keduanya berhasil menciptakan inovasi pengelola limbah menjadi produk yang bermanfaat untuk masyarakat.

Adapun inovasi yang dihasilkan kedua inovator asal Lingga ini, mengubah limbah palstik menjadi batako. Dengan inovasi ini, Maharani dan Alfikri beserta peraih juara II dan III akan mewakili Kepri ke Lomba TTG Tingkat Nasional di Bengkulu pada September mendatang.

Juara TTG Tingkat Provinsi Kepri tahun 2019 ini, didominasi para inovator yang merubah sampah atau limbah menjadi produk yang bermanfaat.

Maharani dan Alfikri yang meraih jura I menerima hadiah uang sebesar Rp 15 juta. Peraih juara II juga melakukan daur ulang, dengan judul inovasi Metode Daur Ulang Sampah Organic Dengan Pembudidayaan Black Soldier Fly, Posyantekdes Desa Teluk Bakau, Kabupaten Bintan berhak membawa pulang uang Rp 13 juta.

Sedangkan juara III, berhak mendapatkan uang pembinaan sebesar Rp 11 juta diraih oleh Bank Sampah Kota Tanjungpinang. Delapan orang inventor tersebut merubah limbah plastik dan limbah puntung rokok menjadi bata.

Ketiga juara tersebut akan dibina, untuk selanjutnya mewakili Provinsi Kepri pada Gelar Teknologi Tepat Guna Nasional (GTTGN) di Bengkulu, September mendatang. Di samping itu juga akan diusulkan untuk mendapatkan hak paten.

"Setiap TTG yang layak untuk dimanfaatkan sudah diagendakan, secara berkelanjutan untuk dipatenkan. Pengusulan hak paten merupakan penghargaan dan penghormatan, kepada inovator atas hasil karyanya," ujar Drs H Sardison, Kepala Dinas PMD Dukcapil Provinsi Kepri, Kamis (11/7/2019) seperti dikutip situs resmi Diskominfo Kepri.

Jika sudah memperoleh hak paten, maka diupayakan untuk diproduksi lebih banyak. Selain dapat bermanfaat bagi masyarakat, inventor juga dapat memperoleh royalty.

Dalam kesempatan tersebut juga dipilih tiga pemenang harapan. Pemenang harapan satu diraih oleh L-Wof, dengan inovasi Rancangan Bangunan Instrumentasi Pengukur Panjang dan berat Ikan, dari Kepulauan Anambas.

Mesin Pengupas Kunyit dari Kota Batam meraih juara harapan dua. Sedangkan pemenang harapan tiga, diraih oleh wakil dari Kabupaten Karimun dengan Alat Pengerol Besi. Masing-masing juara harapan berhak atas uang pembinaan sebesar Rp 5 juta, Rp 4 juta dan Rp 3 juta.

Editor: Gokli