PKP

Hasil Studi, Kecanduan Ponsel Pintar Bisa Membuat Anak Stres dan Cemas
Oleh : Redaksi
Senin | 24-06-2019 | 19:16 WIB
anak-kecanduan-gawai1.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Teknologi terus berkembang dan memiliki peran yang besar dalam kehidupan sehari-hari. Walaupun dapat membantu untuk berkomunikasi, mencari informasi, dan sebagainya, gawai ternyata bisa menjadi sumber stres dan perasaan cemas pada anak-anak.

Dilansir dari Times Now News, telepon genggam atau ponsel sekarang memiliki berbagai macam aplikasi. Notifikasi dari aplikasi-aplikasi tersebut tidak hanya mengganggu perhatian anak tapi juga bisa menyebabkan stres.

Penelitian pada 2018 yang berjudul 'Digital Addiction: Increased Loneliness, Anxiety, and Depression' menemukan bahwa penggunaan ponsel pintar dapat memiliki dampak yang serupa dengan penggunaan narkoba.

"Kecanduan penggunaan ponsel secara bertahap mulai membentuk koneksi neurologis di otak dengan cara yang mirip dengan bagaimana kecanduan opium oleh orang yang menggunakan obat penghilang rasa sakit," kata Erik Peper, Profesor Pendidikan Kesehatan di San Francisco State University di Amerika Serikat.

Selain itu, kecanduan media sosial sebenarnya dapat memiliki efek negatif pada koneksi sosial nyata. Sebuah studi yang diterbitkan dalam jurnal Preventive Medicine Reports pada 2018 menemukan bahwa terlalu banyak waktu yang dihabiskan untuk bermain gim video, ponsel, dan menonton televisi dikaitkan dengan masalah kecemasan atau depresi pada anak-anak mulai usia 2 tahun dan terus meningkat.

Peneliti Jean Twenge dan W. Keith Campbell menjelaskan satu jam menonton film setiap hari, anak-anak dan remaja mungkin mulai kesulitan untuk mengontrol diri, memiliki stabilitas emosi yang lebih rendah dan ketidakmampuan yang lebih besar untuk menyelesaikan tugas. Karena itu, penting bagi orang tua untuk mengawasi penggunaan ponsel cerdas anak-anak dan berpikir dua kali sebelum membelikan gawai.

Sumber: Tempo.co
Editor: Yudha