PKP

3 Bocah Tak Berdosa Meregang Nyawa

Keberadaan Kolam 'Siluman' Akhirnya Telan Korban, Siapa Bertanggung Jawab?
Oleh : Hendra Mahyudi
Kamis | 20-06-2019 | 08:04 WIB
suasana-rumah-duka2.jpg honda-batam
Suasana di rumah duka. (Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Suasana duka masih terasa jelas di dua rumah yang berada di kampung Kendal Sari RT 03/ RW 07, dekat TPU Sei Temiang, Tanjungriau, Kecamatan Sekupang. Keluarga dan kerabat berisak tangis atas kepergian anak mereka yang tidak disangka-sangka, usai tenggelam di kolam 'siluman' bekas galian pasir yang sejauh ini belum diketahui pemiliknya.

Tidak tanggung-tanggung, tiga anak tidak berdosa meregang nyawa seketika. Dei (12) dan Visel (7), merupakan kakak beradik. Sementara satu bocah lainnya yang masih memiliki hubungan saudara adalah Jevan (6), yang merupakan anak satu-satunya bagi keluarganya.

Devi dan Visel merupakan buah cinta Fidelis dan Avi. Sementara Jevan merupakan anak semata wayang Trius dan Ana. Mereka sama-sama warga asal Maumere yang telah menetap lama di Batam.

"Devi ini kelas 5 SD di Bintang Timur. Ia anak yang pintar dan berprestasi. Adiknya Visel juga sekolah di sana, naik kelas 2 SD tahun ini. Sementara Jevan ini baru akan masuk SD, baru lulus dari TK Kolase. Dan saat lulusan di TK, dia yang memberi kata sambutan perpisahan," ujar seorang perwakilan keluarga korban, yang juga mewakili warga Maumere.

Saat BATAMTODAY.COM mencoba mengunjungi lokasi kolam siluman itu, Rabu (19/06/2019) malam sekitar pukul 21:00 WIB, terlihat salah satu unit alat berat pengeruk tanah tak jauh dari lokasi kolam.

Warga mengatakan, sudah sejal 2 tahun lalu kolam tersebut dibiarkan begitu saja menganga tanpa pemagaran. Warga pun dengan tegas meminta pemilik kolam untuk memagar, untuk menghindari jatuhnya korban lain.

"Kedalaman kolam itu saat diukur pihak kepolisian ada sekitaran 2 meter, dengan kondisi terdapat banyak rumput liar di sekitar kolam dan tidak dipagar. Karena kejadian ini, kami meminta pihak terkait untuk memagarnya," ujar warga, Rabu (19/06/2019) malam.

Meski memahami bahwa musibah tak bisa dihindari, namun warga berharap tidak ada lagi korban setelah kejadian ini. Bagi mereka kolam tersebut bisa menjadi petaka jika tidak dipagari dan dibiarkan begitu saja.

"Melihat lokasi di sekitar kolam, dari Kampung Kendal Sari, Perum Puri Gracia, hingga daerah Kandang Lembu. Itu ada dua kolam siluman dibuat tanpa adanya keamanan (safety). Sementara di sekitar situ banyak anak-anak, memang ada yang bisa berenang, tapi kan tidak semuanya," lanjut warga.

Warga juga bertanya, untuk apa tujuan kolam tersebut dibuat dan dibiarkan begitu saja. Apa hanya sebatas bekas galian tambang pasir semata lalu kelar dikeruk keuntungannya dan dibiarkan tanpa diberi pengamanan hingga menelan korban.

Wargapun berharap adanya kejelas tujuan, kerja yang nyata bukan hanya sebatas mencari keuntungan dan masyarakat yang kena imbasnya.

Sejauh ini saat, pewarta BATAMTODAY.COM menelusuri siapa pemilik kolam, dari keterangan warga sekitar, kolam tersebut tidak ada yang mengetahui perusahaan pemiliknya. Begitu juga dengan Dinas Lingkungan Hidup (DLH), belum ada yang bisa dikonfirmasi perihal perizinan dan kejelasan keberadaan kolam tersebut.

"Kami minta dinas terkait mulai memagarinya, jangan sampai anak-anak kami jadi korban lagi. Ingin buat kolam buat latihan renang atau buat apa pun, tolong jangan menelan korban lagi," pungkas narasumber BATAMTODAY.COM yang namanya tak disebutkan, yang juga merupakan paman dari ketiga korban.

Sudah selayaknya, pemerintah kota Batam mulai memberi atensi khusus, dalam hal ini DLH Kota Batam untuk mulai memikirkan keberadaan kolam-kolam siluman bekas galian tambang pasir yang masih menjamur ini, sehingga tidak terjadi korban lagi.

Editor: Chandra