PKP

Setelah 15 Tahun, Kurma di PN Tanjungpinang Akhirnya Dipanen
Oleh : Roland Aritonang
Sabtu | 25-05-2019 | 13:23 WIB
kurma2.jpg honda-batam
Wagub Kepri memanen buah kurma di PN Tanjungpinang. (Roland)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kurma jenis deglet noor tumbuh subur dan berbuah di lingkungan pekarangan Pengadilan Negeri (PN) Tanjungpinang.

Pohon kurma ini pun berbuah tepat di bulan Suci Ramadhan. Walaupun buahnya tidak begitu banyak, tetapi pohon kurma ini merupakan satu-satunya yang ada di Kota Tanjungpinang, Provinsi Kepulauan Riau.

Wakil Gubernur Kepri, Isdianto mengatakan pertama tidak membayangkan kalau di Provinsi Kepulauan Riau bisa tumbuh dan berbuah. Hari ini dapat dilihat luar biasa suburnya tanah di Kepri, harapannya kedepan bisa dikembangkan baik di Kepri.

"Mudah-mudahan jika ini sudah tumbuh secara baik, dikenal orang dan menjadi salah satu destinasi pariwisata di Kepri," ujar Isdianto usai memanen kurma, Sabtu (25/5/2019).

"Jenis kurma Deglet Noor, ya bisa disebut kurma Pengadilan," katanya.

Seluruh wisatawan baik dari dalam negeri atau luar negeri bisa datang ke Kepri, dapat ditawarkan berkunjung ke kebun kurma serta ke Pulau Penyengat. Sehingga kedepannya, ini merupakan daya tarik Provinsi Kepri. Harapan kedepannya, tentunya kepada pengembang harus serius.

"Hari ini mungkin kita lihat hanya seperti ini. Kedepan harapan kita akan menghasilkan buah yang lebih banyak lagi," katanya.

Menurutnya ini contoh pohon kurma yang sudah berbuah. Di Kepri bisa tumbuh berkembang serta berbuah tentu itu menimbulkan harapan kedepan lebih serius menangani dan menjadi lambang sendiri di Kepri.

Dengan demikian kedepan harus bersinergi, tetapi tentunya harus melihat dahulu. Karena dana yang dikeluarkan ini merupakan dana dari masyarakat tentu harus benar-benar diperhatikan. Kalau memang ternyata ini tumbuh dan berkembang dengan baik, pemerintah harus membantu.

Di tempat yang sama, Ketua PN Tanjungpinang, Admiral mengatakan, pohon kurma ini sudah berumur 15 tahun. Awal mulai pohon ini di tanam seorang hakim bernama Ibu Yus Enidar, alumni di zaman tahun 80 an di Universitas Andalas.

"Ini nanti akan saya beritahu kepada beliau, biar beliau tahu hasil yang ditanam disini tumbuh dan bisa dinikmati dan merupakan ladang amal beliau," ucapnya.

Ia berharap, mudah-mudahan di bulan puasa ini merupakan panen yang bisa menjadi berkah. Meskipun baru dua tangkai dipanen, semoga tahun berikutnya bisa panen 10 tangkai bahkan lebih.

"Saya harap semuanya dengan hati memelihara dan dengan hati memanennya. Jangan sampai waktu panen kita euforia tetapi waktu merawat tidak. Kita harus dengan bersungguh-sungguh," ucapnya.

Dengan demikian, mudah-mudahan dikantor PN Tanjungpinang, apapun yang ditanam dan apapun yang diniatkan baik, dapat tumbuh dengan baik. Selain itu, dengan adanya ini dapat menjadi objek wisata di Kepri.

Editor: Chandra