PKP

Baru Pulang Kerja, Eko Temukan Jasad Temannya Tergeletak di Lantai Rumahnya
Oleh : Hendra
Selasa | 21-05-2019 | 19:04 WIB
tewas-tergeletak-tju.jpg honda-batam
Polisi saat melakukan olah TKP di rumah ditemukannya Agung Riana tewas. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Eko Suswanto, warga Perumahan Central Raya Blok JJ1 nomor 6 Kelurahan Tanjungucang tak menyangka bakal menemukan temannya, Agung Riana (36) dalam kondisi tak bernyawa saat dia baru pulang kerja, Senin (20/5/2019) sekira pukul 22.00 WIB.

Informasi yang disampaikan pihak kepolisian, Agung Riana diketahui meninggal karena sakit. "Pertama kali, korban yang diketahui asal Banyumas tersebut ditemukan oleh sahabatnya Eko, teman satu rumah dan sama-sama asal Banyumas," ujar Kapolsek Batuaji, Kompol Syafruddin Dalimunthe, Selasa (21/05/2019) pagi ini.

Saat itu, diketahui saksi (Eko) baru pulang bekerja dan menemukan rumah yang mereka tinggali dalam keadaan pintu depan terkunci. Kemudian, Eko memanggil sahabatnya tersebut 10 kali lebih, namun tidak ada sahutan.

Merasa janggal Eko memilih mengintip ke dalam rumah melalui jendela terdekat, namun tidak melihat temannya di dalam.

Semakin penasaran, Eko mencoba mengintip lewat belakang rumah yakni lewat jendela kamar temannya di area belakang rumah. Alangkah terkejudnya, saat sampai di belakang, dia melihat jendela kamar korban dalam keadaan terbuka dan dari sana telah melihat korban telentang di lantai kamar.

Seketika Eko (saksi) langsung teriak memanggil tetangga dan Ketua RT setempat. Bersama dengan RT dan tetangga korban, dia masuk ke dalam rumah melalui pintu belakang yang tidak terkunci.

"Saat warga mengecek, kondisi korban sudah tidak bernafas lagi," jelas Dalimunthe.

Dalimunthe mengatakan, saat itu juga setelah mengamankan lokasi dan mengadakan olah tempat kejadian perkara bersama Tim Inafis Polresta Barelang, jasad korban langsung dibawa ke Rumah Sakit Bhayangkara untuk dilakukan otopsi, dan dari keterangannya tidak ada hal-hal yang mencurigakan.

"Korban sakit dan ditemukan obat-obatan di sekitar lokasi," pungkasnya.

Editor: Gokli