PKP

Jepang akan Meluncurkan Misi Antariksanya untuk Menggali Mars
Oleh : Redaksi
Minggu | 19-05-2019 | 15:32 WIB
planet_mars.jpg honda-batam
Planet Mars

BATAMTODAY.COM, Jepang - Jepang selangkah lagi bisa meluncurkan misi antariksanya untuk menggali salah satu bulan milik planet Mars, Phobos. Badan antariksa Jepang JAXA dilaporkan telah menyelesaikan semua dokumen terkait kontaminasi ruang angkasa.

Misi JAXA yang dinamai MMX ini bertujuan untuk terbang menuju Phobos, menggalinya dan membawa sampel galian kembali ke Bumi. Untuk melakukan penggalian, mereka telah mengembangkan wahana antariksa dengan lengan robot.
JAXA menjadwalkan misi ini dapat diluncurkan pada tahun 2024. Dengan meneliti sebagian kecil dari Phobos, JAXA berharap dapat mempelajari dari mana bulan ini berasal.

"Mengetahui asal usul evolusi planet yang berujung memiliki kehidupan merupakan tujuan ilmiah yang penting," kata juru bicara JAXA seperti dikutip dari New York Post.

"Kami percaya bahwa sampel yang dikembalikan pasti akan memberikan petunjuk tentang asal usul mereka dan memberikan kesempatan untuk secara langsung menjelajahi blok bangunan bulan tersebut atau kerak primitif atau komponen mantel Mars," sambungnya.

Tapi, sebelum bisa terbang dan menggali di Phobos JAXA harus menuruti sejumlah aturan untuk melindungi luar angkasa dari kontaminasi bakteri Bumi. Mereka terlebih dahulu harus mendapat izin dari Planetary Protection Panel yang merupakan bagian dari Committee on Space Research.

Siapa pun yang ingin mengeksplorasi luar angkasa tidak boleh asal melakukan penggalian karena dikhawatirkan bakteri dari Bumi dapat memelakukan penggalian karena dikhawatirkan bakteri dari Bumi dapat mengkontaminasi dan menghalangi investigasi tanda kehidupan di target tersebut.

JAXA berhasil mendapat izin karena kemungkinan Phobos memiliki tanda kehidupan sangatlah kecil, sehingga kontaminasi tidak menjadi masalah. Masih ada kemungkinan Phobos mengandung mikroba dari Mars tapi sangat kecil.

Selain menggali dan membawa pulang sampel dari Phobos, JAXA juga akan menginvestigasi ada atau tidaknya air di bulan tersebut. Mereka akan dibantu dengan NASA yang akan mengembangkan instrumen khusus.

Sumber: Detikcom

Editor: Surya