PKP

Kolaborasi Tiga Musisi Loonaq Angkat Puisi Pendiri Mazhab Syafi'i
Oleh : Redaksi
Kamis | 16-05-2019 | 10:52 WIB
pejuang-mimpi.jpg honda-batam
Sugiri Jafar, Hendra Musisi, dan Rachman Noer Quang. (Dok. Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Padang - Menuangkan pesan-pesan dakwah lewat lagu religi bisa saja dikemas dengan genre musik apapun.

Hendra Musisi, Sugiri Jafar, dan Rachman Noer Quang, tiga musisi dari label
musik Loonaq Record asal Kota Bandung merilis karya lagu kolaborasi mereka yang berjudul 'Pejuang Mimpi' pada Rabu (15/5/2019) di beberapa stasiun radio Kota Bandung. "Lagunya terinspirasi dari puisi klasik karya Iman Syafi'i tentang merantau, yang saya baca dari novel 'Negeri 5 Menara' karya Ahamad Fuadi, puisinya saya masukan di lagu, dan liriknya saya padukan dengan pengalaman pribadi saya saat merantau. Sarat dengan makna perjuangan dalam mewujudkan cita-cita, agar tetap bersabar dengan cobaan-cobaan hidup, dan rajin beribadah di tempat perantauan," kata Sugiri Jafar saat diwawancarai Muhammad Fadli, Kamis (16/5/2019).

Sugiri mengatakan, lagu 'Pejuang Mimpi' juga terinspirasi dari kondisi TKI yang banyak
menghadapi permasalahan, berkaitan juga dengan fenomena kenakalan mahasiswa di
perantauan, seperti: pergaulan bebas, narkoba, dan bunuh diri. "Butuh waktu satu minggu lagu ini diaransemen oleh Penih Pens, musisi band indie dari Bandung Barat. Sebelumnya, lagu 'Pejuang Mimpi' ini pernah dikonsep dengan memadukan dengan musik rap, karena menunggu teman rapper dari Malang, akhirnya tak kunjung terwujud. Beralasan kesibukan dan jarak, lagu ini akhirnya saya diamkan sampai tiga tahun. Alhamdulillah, akhirnya Allah mempertemukan saya dengan kang Hendra Musisi saat menghadiri Festival Islamic Tunes Jawa Barat 2018, dan saya mengajaknya untuk menggarap lagu ini. Mixing dan masteringnya lagu ini ditangani oleh Fadly Sutyarachman, musisi band indie dari Bandung," kata Sugiri Jafar, yang pada tahun 2017 lalu merilis lagu solonya berjudul
'Cinta Sewajarnya'.

Sugiri juga mengatakan, "Lagu Pejuang Mimpi ini saya tulis sendiri lagunya, untuk liriknya saya tulis bersama Jahar Haiba, seorang penulis di Jakarta. Saya berusaha membuat karya lagu yang unik. Seperti pada lagu Pejuang Mimpi, lagu ini dikonsep dengan aliran musik pop metal. Unsur pop membuat mentalnya lebih soft, nyaman didengar oleh siapa saja, tidak seperti musik metal biasanya yang ditujukan hanya untuk komunitas tertentu saja."

Lebih lanjut Sugiri mengatakan, "Yang menyatukan saya dengan Hendra Musisi dan Rachman
Noer Quang untuk melahirkan lagu Pejuang Mimpi ini adalah karena faktor lingkungan yang
dekat dengan pendidikan pesantren, dan kesamaan niat berdakwah lewat lagu."

"Lewat lagu Pejuang Mimpi ini kami berpesan bahwa sebagai anak muda kita harus berani
merantau untuk mewujudkan mimpi dan harapan. Saat merantau kita harus bersabar, lindungi diri dengan menunaikan shalat, dan dewasakan diri dalam menyikapi problema kehidupan," kata Sugiri sebelum menutup wawancara.

*) Berita ini diterima Redaksi BATAMTODAY.COM dari Muhammad Fadli, warga Jalan Manggis 16 nomor 321 RT04/RW12 Perumnas Belimbing, Kecamatan Kuranji, Padang, Sumatera Barat, lewat email: (muhammad_fadhli_76@yahoo.co.id)

Editor: Gokli