PKP

Hingga April, Baru 33 Paket Proyek Pemprov Kepri Selesai Dilelang
Oleh : Charles Sitompul
Senin | 22-04-2019 | 17:28 WIB
gub-opd-kepri1.jpg honda-batam
Gubernur Nurdin pimpin rapat OPD Kepri. (Foto: Charles)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kepala Biro Layanan Pengadaan Sekretaris Daerah Provinsi Kepri Misbardi mengatakan, hingga April 2019 baru 363 paket proyek yang telah diumumkan OPD di Sistim Informasi Rencana Umum Rengadaan (Sirup) Lembaga Kebijakan Pengadaan Barang dan Jasa Pemerintah (LKPP).

"Untuk tahun 2019 sendiri Pemprov Kepri memiliki sebanyak 363 paket yang telah diumumkan di aplikasi SIRUP," ujar Misbardi dalam laporannya ke Gubernur pada rapat rutin OPD yang dipimpin Gubernur Kepri Nurdin Basirun di Rupatama lanti 4 Kantor Gubernur, Pulau Dompak, Tanjungpinang, Senin (22/4/2019).

Dari jumlah kegiatan yang diumumkan OPD tersebut, tambah Miabardi, sebanyak 81 paket sudah masuk ke ULP untuk pelelangan dan sebanyak 33 kegiatan proyek sudah selesai dilelang.

"Kemudian terkait proyek strategis sendiri di 11 OPD terdapat total 76 paket yang ada dan sudah masuk sebanyak 21 paket, 13 sedang proses dan 7 telah selesai," ujar Misbardi.

Sementara itu, Kepala Biro Pembangunan Sekda Kepri, Aries Fhariandi dalam laporannya menjabarkan realisasi pelaksanaan ABPD tahun 2019 berdasarkan sistem Informasi Pengendalian Pembangunan Daerah, realisasi laporan keuangan sudah mrncapai 10,55 persen dan realisasi fisik sebesar 12,42 persen.

"Dalam Rekapitulasi yang kami lakukan, realisasi Keuangan atas pelaksanaan proyek baru sebesar 10,55 persen dan realisasi fisik sebessr 12,42 persen," katanya.

Menanggapi hal itu, Gubernur H Nurdin Basirun mengatakan, koordinasi dalam jajaran di masing-masing OPD sangat berperan penting dalam upaya percepatan pelaksanaan tupoksi dalam bekerja. Untuk itu dirinya meminta semua jajaran agar semakin meningkatkan hal tersebut.

"Sehingga terjalin sinkronisasi dalam tujuan pekerjaan, menjadi cepat dan tepat sasaran," ujar Nurdin.

Pekerjaan yang bersinggungan langsung dengan proyek-proyek strategis, menurut Nurdin, tidak hanya stakeholder terkait namun juga masyarakat langsung yang menilai dan merasakan.

"Kita ingin masyarakat merasakan langsung dampak dari pembangunan yang kita gagas ini," lanjutnya.

Nurdin mencontohkan, pengembangan Pulau Dompak, yang mana dampak positif nya akan menyebar kebanyak hal. Selain menjadi wajah baru Ibu Kota, menjawab kebutuhan masyarakat juga menjadi penunjang berbagai sektor pembangunan seperti dibidang perekonomian, agama, pariwisata juga olah raga.

"Apapun bentuk tantangan dan kendala, jangan cari siapa salah, itu tidak perlu dan hanya akan memperlambat pekerjaan. Mari duduk bersama kita atasi dan selesaikan bersama," tambah Nurdin lagi.

Menjelang bulan Ramadan dan Idul Fitri, Nurdin juga meminta kepada jajaran OPD terkait untuk menjaga stabilitas, contohnya Dinas Perdagangan agar terus memantau kecukupan dan stabilnya harga kebutuhan pokok dan sembako di masyarakat.

Editor: Yudha