PKP

Hanya 184 dari 432 WBP Rutan Tanjungpinang Ikut Nyobolos
Oleh : Roland Aritonang
Rabu | 17-04-2019 | 12:52 WIB
pemilu-rutan.jpg honda-batam
Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Tanjungpinang mennggunakan hak suara pada Pemilu 2019. (Roland)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) Rutan Kelas I Tanjungpinang, hanya 184 orang yang dapat mencoblos pada Pemilu 2019, Rabu (17/4/2019). Untu toal keseluruhan WBP berjumlah sebanyak 432 orang.

Kepala Rutan Kelas I Tanjungpinang, Fonika Afandi mengatakan, untuk saat ini penghuni Rutan yang bisa melakukan pencoblosan tidak sampai separuhnya.

"Yang nyoblos hanya 184 orang dari jumlah seluruh WBP di Rutan," ujar Fonika, saat ditemui di Rutan Kelas I Tanjungpinang.

Fonika memaparkan, kondisi ini ini bukan kendala dan masalah. Selama tiga bulan terakhir, pihaknya bersama KPU, Bawaslu serta Disdukcapil Tanjungpinang telah melakukan koordinasi yang intensif.

"Kami sudah melakukan sosialisikan kepada WBP di sini. Namanya Rutan itu pasti WBP nya berubah-ubah setiap hari. Pergerakan orang keluar masuk terus terjadi," paparnya.

Lebih lanjut Fonika menjelaskan, pada saat perekaman yang dilakukan hampir sampai tiga kali. Banyak data-data WBP itu ganda dan ada yang mengaku sama sekali tidak pernah merekam. Tetapi ketika direkam, mereka sudah melakukan perekaman. Selain itu banyak data-data yang tidak sinkron.

"Dari pengakuan mereka dengan fakta yang sebenarnya pada saat itu terhadap data, salah satunya harus dihilangkan. Sementara kendalanya itu," tambahnya.

Tidak hanya itu, ada juga WBP yang belum pernah mendaftarkan diri untuk mencoblos. Saat diminta NIK atau kartu keluarga sampai saat ini belum diberikan.

Di tempat yang sama, Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara (KPPS) Kecamatan Tanjungpinang Barat, Juli Joko Prabowo mengatakan, pencoblosan di Rutan ini dilaksanakan dari pukul 07.00 WIB sampai pukul 13.00 WIB. Logistik tiba tadi malam di Rutan yang dikawal ketat polisi.

"Setelah itu penghitungannya juga dilaksanakan di dalam Rutan nantinya," singkatnya.

Editor: Chandra