PKP

7 Hektar Hutan Lindung Duriangkang Ludes Terbakar
Oleh : Hendra Mahyudi
Sabtu | 16-03-2019 | 16:04 WIB
hutan-terbakar1.jpg honda-batam
Kebakaran di hutan lindung Duriangkang. (Foto: Istimewa)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kebakaran hutan masih tak henti-hentinya terjadi di Batam. Hal ini dipengaruhi kondisi musim yang sedang kemarau dan juga akibat kelalaian masyarakat sekitar.

Kali ini kebakaran terjadi di kawasan hutan lindung Duriangkang, Mukakuning, Seibeduk. Hutan yang letaknya tidak jauh dari kawasan industri Batamindo ini, cukup membuat masyarakat sekitar menyesalkan, karena debu dan asapnya yang sampai memengaruhi jarak pandang ke kawasan industri Batamindo.

"Pasalnya ini musim kemarau, asap kebakaran hutan ini, bisa saja mengganggu pernapasan," ujar Bin Idris, salah seorang warga pengguna jalan yang hendak menuju kawasan Mukakuning, Sabtu (16/3/2019).

Info yang didapat, kebakaran di area hutang lindung Duriangkang ini terjadi sedari pukul 10:00 Wib pagi ini, dan hingga berita ini dikirimkan, api masih membakar hutan seluas 7 hektar.

"Jam 10 tadi kita dapatkan info kebakarannya," ujar Herman, Humas Manggala Agni Daops Batam.

Ia juga mengatakan, sejauh ini kesulitan pemadaman di hutan lindung Duriangkang ialah akses jalan ke lokasi, di mana dari lokasi terakhir yang bisa dimasuki mobil damkar, dibutuhkan lagi perjalanan ke area kebakaran lebih kurang sekitaran 1 kilometer.

"Lebih kurang sekitaran 1km lebih lagi ke dalam, dan mobil kita tidak bisa masuk," lanjutnya.

Sementara itu, selain kendala akses ke lokasi, tempat kebakaran juga jauh dari sumber air.

"Tapi setidaknya akan terus kita optimalkan. Sekarang ya kita bawa selang air ke dalam pakai sepeda motor dan ambil air dari dam Duriangkang pakai mesin genset," terangnya.

Kepada pewarta ia mengatakan, sejauh ini dugaan sementara kebakaran adalah karena ulah kelalaian manusia, terutama para pemancing yang terkadang suka membuat api unggun sembarangan, tapi tidak paham kondisi cuaca yang sedang panas, sedikit percikan api bisa berakibat fatal.

Editor: Yudha