PKP

Pohon Perindang Jalan di Sagulung dan Batuaji Banyak Mati dan Tidak Tumbuh Maksimal
Oleh : Hendra Mahyudi
Jumat | 15-03-2019 | 11:04 WIB
pohon-mati.gif honda-batam
Pohon perindang jalan banyak yang mati di Batuaji dan Sagulung. (Foto: Hendra).

BATAMTODAY.COM, Batam - Pohon perindang jalan di kawasan Batuaji dan Sagulung, banyak yang mati dan tumbuh tidak maksimal. Hal ini menjadi tanda tanya tersendiri, apakah Pemerintah Kota Batam belum serius menjalankan program penghijauan tata kota, dan hanya fokus pada pembangunan infrastruktur semata?

Pasalnya, sejauh ini, khususnya di kawasan Kecamatan Batuaji dan Sagulung, banyak ruas sisi jalan yang tandus dan gersang. Bahkan, pohon-pohon perindang yang ditanam di pinggir jalan seolah-olah tidak mendapat perawatan yang memadai, sehingga tidak bertahan lama. Ada yang mati dan banyak tumbuh tidak maksimal.

Seperti di sepanjang Jalan R Suprapto hingga Jalan Brigjen Katamso, Batuaji. Selain minimnya perawatan, juga disebabkan oleh tancapan paku papan iklan ataupun spanduk para caleg, yang paham aturan tapi tetap melanggar.

Parahnya lagi, tancapan paku-paku ini dibiarkan berkarat begitu saja hingga menyebabkan batang pohon jadi keropos, mudah tumbang atau kerdil. Lambat laun pepohonan ini akan mati, dan butuh penanaman ulang kembali.

Hal ini menjadi keluhan tersendiri dari masyarakat dan pengendara sepeda motor yang setiap hari melintasi jalan tersebut. Masyarakat berharap agar pemerintah segara bertindak untuk mengembalikan fungsi lahan penghijauan yang ada.

"Udara sekarang semakin panas, dan seharusnya pohon perindang jalan ini sangat berfungsi buat pengendara saat di lampu merah atau selama perjalanan," ujar Mona, warga Rindang Garden, Batuaji, Jumat (15/3/2019).

Selain kurangnya perawatan terhadap pohon perindang jalan, maraknya kios-kios liar yang mengambil ruang terbuka hijau juga menjadi perhatian khusus warga, karena ini sangat mengganggu pemandangan dan juga estetika tatakota.

"Jangan lagi ada kios liar atau bangunan apapun di lokasi row jalan. Warga butuh taman penghijauan. Cuaca sekarang tidak menentu. Panasnya minta ampun. Ini harus segera dibenahi biar tak susah orang cari taman untuk ngadem," ujar Ribka, warga komplek pasar Melayu, kelurahan Bukit Tempayang, Batuaji.

Editor: Chandra