PKP

Bayi di Karimun Ini Butuh Bantuan Dana

Terkena Penyakit Hirschsprung, Perut Bayi Ini Membengkak
Oleh : Wandy
Rabu | 13-02-2019 | 09:04 WIB
bayi-53-hari.jpg honda-batam
Putri Aisyah, bayi perempuan umur 53 hari yang menderita Hirschsprung di RSUD M Sani, Karimun. (Foto: Wandy)

BATAMTODAY.COM, Karimun - Putri Aisyah, seorang bayi perempuan berusia 53 hari harus menanggung rasa sakit pada bagian tubuhnya karena disebabkan penyakit Hirschsprung.

Berdasarkan analisis dokter Putri Aisyah yang merupakan anak dari pasangan Yusran (28) dan Santi (24) menderita penyakit Hirschsprung atau usus besar yang menyebabkan kesulitan mengeluarkan tinja.

Kini bayi tersebut harus terbaring di RSUD M Sani untuk mendapatkan perawatan intensif. Di mana kondisi pembekakan di perut bayi tersebut sejak dia berusia empat hari dan sudah beberapa kali dibawa ke rumah sakit dikarenakan semakin hari perut si bayi semakin membesar.

"Awalnya hanya gembung biasa, lalu pada hari kedua dan seterusnya perutnya semakin membesar. Di bagian pusarnya timbul urat-urat kelihatan perutnya seperti retak-retak. Langsung kami bawa ke RSUD, sampai di sini kulitnya pucat seperti tidak ada darah sama sekali," jelas Santi, ibu bayi kepada BATAMTODAY.COM, Selasa (12/2/2019).

Dijelaskan Santi, menurut keterangan dokter, bahwa anaknya mengalami penyakit Hirschsprung, di mana usus besarnya terbelit sehingga menyebabkan bayi kesulitan untuk buang air besar.

"Kita di rumah sakit sudah enam hari, kalau kata dokter ususnya seperti terbelit jadi saluran buang airnya kesumbat dan kecil. Jadi untuk mengeluarkan melalui mulutnya," katanya.

Santi menjelaskan, dokter menyarankan agar dioperasi di Pekanbaru. Sebab, jika dioperasi di RSUD M Sani, bisa sampai dua kali, pun alatnya masih kurang lengkap.

"Saya berharap jika dioperasi, operasinya lancar dan selamat bisa normal kembali. Karena dia satu-satunya anak kami. Saya sulit untuk mendapatkan anak. Anak pertama setahun baru dapat meningggal, anak kedua keguguran dan Putri ini anak kami yang ketiga," jelasnya.

Sementara itu, Yusran menambahkan, untuk biaya penginapan saat ini masih ditanggung BPJS namun untuk makan dan transportasi masih pribadi. "Alhamdulillah untuk operasi, penginapan di RSUD M Sani semua ditanggung BPJS," katanya.

Untuk diketahui, Yusran sehari-hari bekerja sebagai buruh noreh getah. Oleh karena itu dia sangat membutuhkan uluran tangan para dermawan yang ingin membantu meringankan bebannya untuk membiaya pengobatan anaknya.

Editor: Gokli