PKP

16 Bom Air Dijatuhkan Padamkan Kobaran Api di Hutan Lindung Tanjungriau
Oleh : Hendra
Rabu | 13-02-2019 | 08:05 WIB
ihsan-abdilah.jpg honda-batam
Ihsan Abdillah, Kepala Daerah Operasional (Daops) Manggala Agni Batam. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Terhitung 16 kali Helikopter yang disewa oleh Kementrian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menjatuhkan bom air yang terdapat pada water bomb bucket (keranjang air pemadam) yang dikaitkan pada bagian heli tersebut.

Kendati 16 bom air sudah dijatuhkan, namun hingga pukul 17.00 WIB pemadaman itu masih belum memberi hasil yang signifikan. Di lokasi kebakaran juga masih terlihat adanya titik-titik lain, di mana api masih hidup.

Ihsan Abdillah, Kepala Daerah Operasional (Daops) Manggala Agni Batam mengatakan, sejauh ini proses pemadaman telah mereka lakukan seoptimal mungkin menggunakan Helikopter type Bel-412 yang disewa oleh KLHK kepada pihak Transwisata Vision di Provinsi Riau.

"Kita lakukan ini agar titik-titik api yang sulit dijangkau oleh tim Manggala Agni bisa segera dipadamkan," ujarnya, Selasa (12/02/2019) di area DAM Sei Harapan tempat Helikopter tersebut mengambil air.

Pantauan BATAMTODAY.COM di lokasi, selama 1 jam lebih Helikopter tersebut mengudara di langit Tanjungriau, membawa water bomb bucket, dan menyebarkan airnya di titik-titik nyala api.

"Selama proses pertama, ada 8 bucket bom air yang telah dijatuhkan, dan yang ke-2, 8 bucket lagi. Total 16 water bomb bucket," jelasnya.

Namun dikarenakan, kondisi udara yang masih cukup panas saat proses pamadaman, Ihsan mengatakan pemadaman belum berjalan sempurna.

"Perkiraan ada sekitar 30 Hektar area yang terbakar. Kendala kita dari kemarin kan karena tindaran (kontur area), dan landscapenya, serta kekuatan tekanan air kalau area datar kan 5 Meter, ini kan menanjak. Sedangkan untuk Helikopter, hari ini murni karena cuaca yang cukup panas," pungkasnya.

Editor: Gokli