PKP

Ini Penjelasan Erwin Depari Terkait Kegiatan Menembak di SPN Dirgantara Batam
Oleh : Nando Sirait
Selasa | 12-02-2019 | 11:16 WIB
erwin-depari-dirgantara.jpg honda-batam
Pembina SPN Dirgantara sekaligus Instruktur ekstrakulikuler menembak, Erwin Depari. (Foto: Nando Sirait)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pihak Sekolah SPN Dirgantara, membenarkan adanya ektrakurikuler menembak, yang dilakukan oleh anak didik mereka, Sabtu (09/02/2019) lalu.

Latihan menembak dengan menggunakan senjata rakitan jenis senapan angin ini dilaksanakan pada, Sabtu (9/2/2019) lalu. Terlihat puluhan siswa SPN Dirgantara mengenakan seragam olahraga sedang melakukan aktivitas tersebut di halaman sekolahnya.

Didampingi guru olahraga, tampak beberapa papan bidik berdiri berjajar disiapkan oleh pihak sekolah SPN.

Akibat dari hal tersebut, beberapa masyarakat sekitar menilai sangat meresahkan karena akan berbahaya apabila salah satu peluru tersebut mengenai warga yang sedang melintas.

Pembina sekaligus Instruktur ekstrakulikuler menembak, Erwin Depari menjelaskan adanya kegiatan tersebut sematan-mata sebagai bagian dalam pembentukan karakter anak. Hal ini disampaikannya pasca adanya penolakan, yang disampaikan oleh Sekretaris Komisi IV DPRD Batam, Udin P Sihaloho serta Kepala Dinas Pendidikan Kepulauan Riau, M Dali.

Menurutnya, adapun kegiatan yang terjadi kemarin hanya bersifat latihan kering, di mana anak didik hanya mempraktekkan teori mengenai sikap menembak dan pernafasan yang sudah mereka pelajari dalam teori.

"Selain menembak, ekstrakulikuler di sekolah ada renang dan beladiri. Semua adalah kegiatan yang mereka perlukan, di dunia penerbangan nantinya. Untuk kemarin itu hanya latihan kering saja, kan tidak mungkin latihan keringnya dilakukan di dalam kelas setelah teori sejak sebulan lalu yang sudah diberikan," ujarnya saat ditemui, Selasa (12/02/2019) pagi.

Ia juga menambahkan, adanya kegiatan ini juga bekerjasama dengan beberapa pihak dan juga pihak Polresta Barelang. Di mana dalam kegiatan ekstrakulikuler ini, pihaknya mengaku selalu melaksanakan latihan di lapangan tembak Polresta Barelang.

Erwin menegaskan, pentingnya kegiatan ini nantinya akan sangat berdampak bagi para anak didik dalam menghadapi dunia pekerjaan di bidang penerbangan nantinya. Di mana nantinya para anak didik ini akan lebih mengerti ketenangan, konsentrasi, dan juga pengambilan keputusan yang tepat.

"Dalam menembak ketiga hal ini diperlukan, begitu juga mereka dalam menghadapi dunia kerja nanti. Apabila nanti mereka menjadi pilot, maupun teknisi dari suatu maskapai penerbangan. Maka pengambilan keputusan yang tepat sangat diperlukan, dengan tingkat konsentrasi yang sangat tinggi," ungkapnya.

Walau mengaku kegiatan ini akan mendapatkan penolakan dari Dinas Pendidikan, Erwin juga mengakui pengambilan keputusan ini berdasarkan keputusan bersama, dari pihak SPN Dirgantara. Walau begitu pihaknya mengaku siap apabila diminta untuk merubah kegiatan ekstrakulikuler tersebut.

"Ini memang tidak masuk dalam kurikulum, ini hanya sebagai sarana pembentukan karakter anak. Makanya kami juga tidak terlalu memperhatikan kurikulum, tapi apabila memang tidak memungkinkan kami akan mencari alternatif lain untuk penggantinya," paparnya.

Editor: Gokli