PKP

Diduga Akibat Puntung Rokok, Satu Rumah di Kampung Becek Sagulung Terbakar
Oleh : Hendra
Senin | 14-01-2019 | 09:16 WIB
sei-binti-api.jpg honda-batam
Petugas Damkar bersama warga saat memadamkan kobaran api di salah satu rumah Kampung Becek, Sagulung pada Minggu (13/1/2019) siang. (Ist)

BATAMTODAY.COM, Batam - Satu unit rumah di Kampung Becek blok K RT02/RW04 Kelurahan Sei Binti, Sagulung terbakar pada Minggu (13/1/2019) sekitar pukul 13.30 WIB.

Asbur Piliang, saksi mata mengatakan, kebakaran diketahuinya ketika dia sedang berada dalam rumahnya. Tiba-tiba terdengar bunyi ledakan yang cukup mengejutkan. "Ada bunyi ledakan dan mengeluarkan asap yang mengepul. Kemudian api dengan cepatnya membakar rumah itu," ujar Asbur.

Setelah mendengar bunyi ledakan itu, dia langsung bergegas keluar dan menuju rumah yang tak jauh berada dalam lingkungan rumahnya. Bersama masyarakat lainnya dia berusaha memadamkan api dengan alat seadanya sembari menunggu mobil pemadam kebakaran (Damkar) datang.

Dikatakan Asbur, informasi yang berkembang di kalangan masyarakat, api berasal dari puntung rokok anak-anak yang merokok dalam rumah kosong tersebut.

Sementara itu, Kapolsek Sagulung, AKP Dwihatmoko Wiroseno membenarkan kejadian yang terjadi pada pukul 13.00 WIB itu. Di mana, saat itu terdapat sebelas orang anak-anak yang sedang merokok di dalam rumah tersebut.

Lanjut Dwihatmoko, berdasarkan keterangan warga yang tinggal di lokasi kejadian, sekitaran pukul 13.30 WIB warga mendengarkan suara ledakan dan teriakkan warga lainnya yang mengatakan ada kebakaran rumah.

"Saat itu warga serentak keluar rumah dan mencari asal kebakaran tersebut dan melihat kepulan asap serta kobaran api yang cukup besar di sekitar blok K nomor 81 dan 82," ujar Dwi.

Masih kata Dwi, saat melihat kejadian itu warga langsung segera menghubungi Polsek Sagulung dan pihak Damkar. Sekitaran pukul 14.45 WIB mobil Damkar datang dan berjuang memadamkan api hingga sekitaran pukul 14.55 WIB api pun berhasil dipadamkan.

"Tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini, dan untuk kerugian belum bisa diperkirakan, kita akan lakukan olah TKP dulu," paparnya.

Editor: Gokli