PKP

Hari Pertama di Batam Pasca Pernikahan, 'Ulos Hela' Pria Batak Ini Hangus Terbakar
Oleh : Hendra
Jumat | 11-01-2019 | 19:16 WIB
ruhut-ciska.jpg honda-batam
Ruhut Tampubolon dan Ciska Tobing (Pasutri) hanya bisa meratapi nasibnya setelah harta bendanya habis dilahap api, Jumat (11/1/2019) di Kampung Toba, Tembesi Lestari, Sagulung. (Foto: Hendra)

BATAMTODAY.COM, Batam - Kesedihan sangat mendalam dirasakan oleh sepasang pengantin baru, Ruhut Tampubolon dan Ciska Tobing pada hari pertama mereka di Batam, usai melepas masa lajang.

Pasalnya, kebakaran yang menimpa rumah milik Jaya di Kampung Toba, RT03/RW03 Tembesi Lestari, Sagulung, Jumat (11/01/2018) sekitar pukul 16.30 WIB, turut menyambar harta benda mereka. Terutama kain 'ulos hela' pemberian mertua Ruhut yang sangat berharga dan memiliki nilai historis dalam kebudayaan Batak.

Sembari berusaha untuk tetap tegar, Ruhut menjelaskan bahwa dia telah lama mengontrak di salah satu kamar rumah milik Jaya tersebut. Saat kebakaran terjadi, Ruhut dan istrinya sedang istirahat di dalam rumah, karena baru sampai di Batam pada hari Kamis (10/01/2019 kemarin.

"Saya lagi tidur dan tiba-tiba terasa panas. Kemudian dengar suara anak-anak di luar teriak kebakaran," ujarnya, sembari sesekali mengusap rambut Ciska, istrinya yang sedari awal kejadian merasa terkejut dan trauma.

Mendengar teriakan anak-anak di luar rumahnya, seketika Ruhut yang masih dalam keadaan antara sadar dan tidak sadar itu langsung membangunkan istrinya untuk menyelamatkan diri.

"Hanya HP yang sempat kami selamatkan, karena saat itu memang berada di sebelah istri saya," lanjutnya mengingat kejadian.

Dari kejadian tersebut Ruhut menderita banyak kerugian harta benda. Uang pegangan selepas menikah sebesar Rp5 juta pemberian keluarganya di kampung juga ikut terbakar. Begitu juga dengan semua pakaian, jas pernikahan, lemari, televisi, kasur dan lainnya, ikut dilahap si jago merah.

"Ulos hela pemberian mertua juga ikut terbakar. Padahal itu hal yang paling sangat berharga dalam budaya Batak setelah pernikahan," ucapnya dengan mata berkaca-kaca.

Meskipun begitu, Ruhut masih bersyukur karena selamat, terlebih lagi istri yang sangat dia sayangi, yang masih merasakan trauma sangat mendalam.

"Kado terindah di pernikahan saya, bang. Kami baru dari kampung semalam, baru selesai menikah. Namun setidaknya masih bersyukur saya dan istri selamat," pungkasnya sembari meneteskan air mata mengusap rambut istrinya.

Editor: Gokli