PKP

Kajari Tanjungpinang Enggan Beberkan Penyelidikan Dugaan Korupsi DAK Sarpras Sekolah
Oleh : Roland Aritonang
Jumat | 09-11-2018 | 14:04 WIB
kajari-tanjungpinang1.jpg honda-batam
Aheliya Abustam Kepala Kejari Tanjungpinang. (Foto: Roland)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang masih enggan membeberkan penyelidikan dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah yang bersumber dari APBN 2017.

"Tetap kita lanjutkan dan pemeriksaannya. Hanya saja masih dalam penyelidikan sehingga tidak bisa disampaikan ke media," ujar Aheliya Abustam Kepala Kejari Tanjungpinang saat ditemui usai melakukan pemusnahan barang bukti di TPA Jalan Ganet, Kelurahan Pinang Kencana, Jumat (9/11/2018).

Namun saat dikonfirmasi terkait berapa orang jumlah saksi yang sudah diperiksa, orang nomor satu di Kejari Tanjungpinang ini masih enggan membeberkan secara jelas dan pastinya.

"Ada beberapa orang guru dari SD maupun SMP yang ada di Tanjungpinang," katanya.

Sebagaimana diketahui, pada 2017 Pemerintah kota Tanjungpinang melalui Dinas pendidikan memperoleh Dana Alokasi Khusus (DAK) APBN untuk pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasaran sekolah di Tanjungpinang.
Total dana DAK 2017 senilai Rp8,6 miliar, untuk kegiatan pembangunan dan rehab perbaikan ruang kelas yang tersebar pada 16 sekolah di Tanjungpinang.

Pelaksanan pembangunan dan rehabilitasi ruang kelas dan kantor dilaksanakan 16 sekolah SD dan SMP secara swakelola. Kepala sekolah merupakan pejabat pelaksana teknis yang melaksanakan pembangunan, dan kepala dinas Pendidikan merupakan Pejabat pengguna angagran atau Kuasa Pengguna Anggaran.

Diberitakan sebelumnya, Kejaksaan Negeri (Kejari) Tanjungpinang memeriksa sejumlah Kepala Sekolah SD dan SMP di Kota Tanjungpinang, atas dugaan penyelewengan Dana Alokasi Khusus (DAK) pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasarana sekolah. DAK tersebut bersumber dari APBN 2017 yang dikucurkan melalalui APBD Kota Tanjungpinang.

Demikian ungkap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) Tanjungpinang Aheliya Abustam. Bahkan, saat ini sejumlah guru dan kepala sekolah dan beberapa orang lain sudah dipanggil dan dimintai keterangan.

"Ada beberapa orang guru yang dipanggil dan dimintai keterangan, dalam rangka pengumpulan data," ujar Aheliya Abustam kepada BATAMTODAY.COM usai menghadiri rapat Paripurna HUT ke 17 kota Otonomi Tanjungpinang di Senggarang, Rabu (17/10/2018).

Pemanggilan dan pemeriksaan yang dilakukan penyidik Seksi Pidana Khusus kejaksaan negeri itu, lanjut Aheliya, masih dalam tahap awal atas adanya laporan dugaan penyelewengan dan pembangunan dan rehabilitasi sarana dan prasaran sejumlah sekolah dari dana DAK tersebut.

"Pemeriksan ini baru pemeriksaan awal untuk pengumpulan data dan keterangan (Pulbaket) oleh Seksi pidana Khusus," ujarnya.

Editor: Yudha