4 Langkah Mudah Jaga Ponsel dari Aksi Peretasan dan Penipuan Digital
Oleh : Redaksi
Rabu | 07-11-2018 | 17:04 WIB
peretas11.jpg honda-batam
Ilustrasi.

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Telkomsel membagikan beberapa tips untuk mengamankan ponsel dari ancaman-ancaman digital maupun penipuan.

VP ICT Security Management Telkomsel Yohannes Glen mengatakan intinya dibutuhkan edukasi bagi masyarakat agar mau mengamankan data-data personal yang disimpan di ponsel.

Glen mengatakan langkah pertama untuk mengamankan ponsel adalah dengan kemauan para pengguna untuk senantiasa memperbarui perangkat lunak dalam ponsel.

Dengan adanya pembaruan terbaru, Glen mengatakan malware berbahaya bisa ditangkal. Kendati demikian, Glen mengakui kesadaran masyarakat untuk memperbarui perangkat lunak masih kurang.

"Selalu kita perbaharui ke latest update. Untuk hindari hal berbahaya yang bisa dieksploitasi. Ini juga masih rendah kesadaran untuk perbarui, biasanya karena sayang kuota data," ujar Glen di kantor Telkomsel, Jakarta Selatan, Selasa (6/11/2018).

Glen mengatakan langkah kedua adalah pengguna harus menginstall aplikasi Anti Malware untuk menghindari serangan malware. Glen mengatakan berdasarkan survei yang ia dapat, dua dari tiga pengguna ponsel tidak pernah mengunduh aplikasi keamanan di ponsel.

Padahal ponsel sering digunakan sebagai tempat penyimpanan data-data pribadi seperti nomor rekening dan pin, kata sandi, nomor KTP, dan lain-lain

"Kesadaran kita lemah untuk melindungi ponsel. Padahal banyak yang gratis mobile security. Aplikasi ini bisa deteksi kalau ada apa-apa," ujar Glen.

Langkah ketiga adalah jangan pernah membagikan kata sandi dalam bentuk apa pun ke pihak berwenang. Glen mengatakan pihak bank maupun Telkomsel tidak pernah meminta kata sandi sebagai bentuk menjaga privasi pelanggan.

"Banyak penipuan mengaku dirinya itu pihak berwenang dan minta pin kemudian password, dari kami itu tidak akan pernah minta hal itu," kata Glen.

Langkah keempat adalah Glen menganjurkan agar pengguna menggunakan kata sandi yang kuat. Kata sandi adalah kombinasi variasi huruf, angka, huruf besar dan kecil, kemudian tanda baca.

"Pakai yang isinya tidak bisa ditebak, kalau bisa jangan tanggal lahir, jangan angka 0 semua. Kemudian gunakan Multi Factor Authentication. Di Telkomsel pakai SMS one time password dan sedang dikembangkan ke Biometric Scanner," ujar Glen.

Sumber: CNN Indonesia
Editor: Yudha