PKP

Solar dan Premium di Bintan Sering Kosong, Masyarakat Minta Penegak Hukum Bertindak
Oleh : Harjo
Rabu | 10-10-2018 | 16:17 WIB
spbu-bintan1.jpg honda-batam
Salah satu SPBU di Bintan. (Foto: Harjo)

BATAMTODAY.COM, Bintan - Sejak beberapa minggu terakhir sejumlah SPBU di Bintan sering kehabisan BMM premium dan solar. Kelangkaan BBM tersebut sebaiknya jadi perhatian pemerintah dan penegak hukum.

"Jangan sampai karena mengejar keuntungan pribadi dan kelompok, lantas kebutuhan masyarakat luas terabaikan. Apalagi untuk di SPBU Tanjunguban, langkanya BBM premium sudah sering terjadi terutama hari Sabtu dan Minggu," ujar tokoh masyarakat Bintan, Andi Masdar Paranrengi kepada BATAMTODAY.COM di Tanjunguban, Rabu (10/10/2018).

Menurutnya, kelangkaan solar dan premium sangat meresahkan dan merugikan masyarakat. Bahkan ada SPBU yang menghilangkan tulisan premium. Ia menduga penyebabnya karena SPBU memaksakan untuk menjual pertalite.

Namun saat masyarakat mempertanyakan, salah satu SPBU mengaku dijanjikan bonus apabila menjual BBM pertalite.

"Apakah hal ini juga karena ada pesan atau mengear sesuatu, sehingga kebutuhan premium dan solar diabaikan. Jelas hal ini perlu diselidiki oleh penegak hukum dan instansi terkait, karena mereka yang memiliki kapasitas melakukannya," harapnya.

Mengingat penjual BBM seperti premium dan solar untuk tingkat kios dan sebangsanya, terlihat stok atau persediannya aman-aman saja. Sementara di SPBU justru sudah sering langka alias habis.

"Untuk wilayah Tanjunguban dan dan sekitarnya, jelas sangat miris. Karena keberadaan pertamina Tanjunguban jelas sebagai lumbungnya BBM, kalau disekitar pusatnya BBM justru langka dan diluar masih aman-aman, bukan tidak mungkin ada yang yang tidak jelas dalam pengelolaannya," imbuhnya.

Editor: Yudha