Prabowo Luncurkan Bank Emas, Layanan Dibuat Pegadaian dan BSI
Oleh : Irawan
Kamis | 27-02-2025 | 10:24 WIB
Prabowo_Dana_Emas.jpg
Presiden Prabowo Subianto saat meluncurkan Bank Emas di Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025). (Foto: Tangkapan Layar)

BATAMTODAY.COM, Jakarta-Indonesia akhirnya memiliki yang namanya bank emas. Presiden Prabowo Subianto baru saja meluncurkan layanan bank emas kemarin. Ada dua layanan bank emas yang diresmikan Prabowo, yaitu layanan yang dibuat Pegadaian dan juga Bank Syariah Indonesia (BSI).

Prabowo mengatakan Indonesia punya cadangan emas terbesar ke enam di dunia. Kini emas-emas di Indonesia bisa dikelola dalam satu lembaga keuangan yang formal.

"Hari ini menjelang 80 tahun kita merdeka dengan bangga, pertama kali dalam sejarah bangsa Indonesia yang punya cadangan emas ke 6 terbesar di dunia untuk pertama kali akan memiliki bank emas," sebut Prabowo saat meresmikan Bank Emas di Gade Tower, Jakarta Pusat, Rabu (26/2/2025).

Menurutnya, bank emas butuh waktu 4 tahun untuk persiapan pembentukannya. Dia bersyukur dan berterima kasih dirinya yang akhirnya meresmikan bank emas, meskipun persiapan pembentukannya sudah dilakukan sejak bertahun yang lalu.

"Dan dengan mengucapkan bismillahirrahmanirrahim pada siang hari ini, saya Prabowo Subianto Presiden Republik Indonesia dengan ini meresmikan layanan bank emas Pegadaian dan Bank Syariah Indonesia," tegas Prabowo.

Bank emas sendiri bisa berdiri usai Otoritas Jasa Keuangan (OJK) resmi merilis aturan terkait kegiatan usaha bank emas atau bullion, tepatnya pada Peraturan Otoritas Jasa Keuangan (POJK) Nomor 17 Tahun 2024 tentang Penyelenggaraan Kegiatan Usaha Bullion pada November tahun lalu.

Dalam beleid itu disebutkan usaha bullion atau bank emas merupakan kegiatan usaha yang berkaitan dengan emas dalam bentuk simpanan emas, pembiayaan emas, perdagangan emas, penitipan emas, dan/atau kegiatan lainnya yang dilakukan oleh lembaga jasa keuangan.

Lebih lanjut, Prabowo menyatakan peluncuran bank emas dapat memicu pertumbuhan ekonomi Indonesia, diperkirakan PDB akan bertambah mencapai Rp 245 triliun dari peluncuran bank emas.

Selain memicu pertumbuhan PDB, Prabowo mengatakan bank emas diyakini dapat membuka lapangan kerja baru hingga 1,8 juta pekerjaan di tengah masyarakat.

"Kita harapkan bahwa ini akan meningkatkan produksi domestik bruto kita kalau tidak salah bisa menambah 245 triliun kemudian akan membuka lapangan kerja 1,8 juta baru," beber Prabowo.

Bank emas, kata Prabowo, juga dapat membantu Indonesia menghemat cadangan devisa di Indonesia. Hal ini terjadi karena dari hulu hingga hilir emas akan diolah dan disimpan di dalam negeri dan tidak mengalir ke luar negeri.

"Jelas ini akan meningkatkan juga pengendalian stabilitas moneter melalui mekanisme likuidasi emas kepada bank emas di dalam negeri," beber Prabowo.

Indonesia sendiri memiliki cadangan emas nomor 6 terbesar di dunia, dengan jumlah cadangan mencapai 2.600 ton. Namun, jumlah emas batangan di Indonesia masih jauh tertinggal dari negara lain.

Dengan Singapura misalnya, sejauh ini sudah memiliki 228 ton emas batangan, sementara itu di Indonesia emas batangannya belum mencapai 200 ton.

Namun, produksi emas di Indonesia saat ini terus meningkat, dari awalnya hanya 110 ton menjadi 160 ton. Targetnya dalam 5 tahun bisa meningkat lagi menjadi sampai 219 ton.

Editor: Surya