Mahasiswa Perlu Dididik Keterampilan yang Belum Bisa Digantikan Mesin
Oleh : Redaksi
Jumat | 11-01-2019 | 19:52 WIB
kuliah-umum-moh-nasir.jpg
Menteri Nasir, saat memberi kuliah umum 'Mempersiapkan Generasi Muda Indonesia dalam Era Industri 4.0' di Kampus II Politeknik Kediri pada Kamis (10/1/2019). (Kemenristekdikti)

BATAMTODAY.COM, Jakarta - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi, Mohamad Nasir menyampaikan revolusi industri 4.0 membutuhkan mahasiswa adaptif, terutama terhadap kemungkinan mesin menggantikan pekerjaan lulusan perguruan tinggi, terutama lulusan Politeknik.

Mahasiswa harus dididik pengetahuan dan keterampilan yang belum bisa dilakukan mesin atau kecerdasan buatan (artificial intelligence). "Otomatisasi, globalisasi, dan peningkatan keterampilan telah mendorong restrukturisasi ekonomi besar-besaran. Kalau kita ikuti pendidikan yang dikembangkan oleh Amerika, yaitu di Massachusetts Institute of Technology (MIT), mahasiswa harus dididik pada hal-hal yang mesin tidak bisa lakukan," ungkap Menteri Nasir, saat memberi kuliah umum 'Mempersiapkan Generasi Muda Indonesia dalam Era Industri 4.0' di Kampus II Politeknik Kediri pada Kamis (10/1/2019), seperti dikutip dalam siaran pers Kemenristekdikti.

Menristekdikti menambahkan, mahasiswa tidak dapat hanya mengandalkan ilmu yang diperoleh di kampus, namun juga perlu menggali dan mempelajari kompetensi lainnya dari berbagai sumber untuk meningkatkan kreativitasnya.

"Mahasiswa tidak boleh hanya mengandalkan ilmu yang diajarkan di kuliah saja, tetapi bagaimana mahasiswa menjadi kreatif, inovatif. Ada beberapa literasi yang harus dikuasai di era Revolusi Industri 4.0 yaitu literasi data, literasi teknologi, literasi bahasa dan literasi manusia," kata Menteri Nasir.

Menristekdikti juga mendorong dosen Politeknik tidak hanya mengajarkan ilmu atau kompetensi kepada mahasiswa, tetapi juga memberi pengalaman dan pandangan inovatif sehingga mahasiswa dapat adaptif saat bekerja.

Setelah kuliah umum di hadapan civitas akademika Politeknik Kediri, Menteri Nasir memberikan masing-masing satu laptop kepada mahasiswa dengan indeks prestasi kumulatif (IPK) tertinggi pada program studi masing-masing, serta satu mahasiswi asal Papua sebagai motivasi meningkatkan prestasi di kampus.

Pada kesempatan ini, Menteri Nasir juga mengungkapkan sinyal positif untuk mengubah status Politeknik Kediri yang saat ini baru melaksanakan Program Studi di Luar Kampus Utama (PSDKU) D3 Akuntansi, D3 Perawatan dan Perbaikan Mesin, serta D3 Teknik Informatika dari Politeknik Negeri Malang. Jika persyaratannya memenuhi, Politeknik Kediri akan diubah menjadi Politeknik Negeri Kediri, beserta empat politeknik swasta lain.

Kuliah umum ini dihadiri oleh Wali Kota Kediri, Abdullah Abu Bakar; Direktur Pengembangan Perguruan Tinggi, Totok Prasetyo; Direktur Politeknik Kediri, Bambang Soekodiono; Direktur Politeknik Negeri Malang (Polinema), Awan Setiawan dan Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti) Wilayah VII Jawa Timur, Soeprapto.

Editor: Gokli