batamtoday.com  / batamtoday news Google batamtoday.com

Kunker DPRD Bintan Dipertanyakan

JUM'AT, 30-07-2010 18:52

Oleh : Ramdan

BINTAN-Kunjungan kerja (kunker) DPRD Bintan kebeberapa daerah Jawa dan Bali dipertanyakan sejumlah masyarakat. Selain dinilai hanya mengejar honor semata dari kunker tersebut, masyarakat juga beranggapan kunker tersebut sama sekali tdak bermamfaat dan hanya menghamburkan uang rakyat. Komisi II dan Komisi III dewan Bintan, Jum'at (30/7/2010) , baru pulang kunker lagi dari tempat berbeda, setelah komisi I sudah lebih dulu mengadakan kunker sebelumnya.

Komisi II baru pulang kunker dari Bogor kemarin terkait budidaya pertanian, sedangkan Komisi III dari Kabupaten Bantul terkait penyelenggaraan perizinan kesehatan. Sebelumnya, Komisi I baru pulang dari Jogjakarta. Padahal, seminggu sebelumnya Komisi III baru pulang dari Bali dalam rangka kunker pemberantasan kemiskinan. Begitu juga komisi lain dari tempat berbeda.
Seminggu sebelumnya anggota Dewan Bintan  kunker ke Bali dalam  agenda pemberantasan kemiskinan, nyatanya tidak ada langkah penerbitan perda tentang pemberantasan kemiskinan di Bintan.

"Kayaknya dewan cuma mengejar honor saja,  bisa dibayangkan kalau uang kantong diberi tujuh juta sekali berangkat, dua kali saja sebulan sudah empat belas juta," kata AN Efendi, Aktifis Gerakan Mahasiswa Pemuda (Gemada) Bintan.

Sementara sebagai tolok ukur,tambah Efendi, penerbitan perda kinerja dewan seharusnya ada. Tapi, buktinya, tidak terdengar ada perda yang dibuat  merupakan prakarsa dewan sendiri sebagai hak inisiatifnya, tapi perda yang diajukan pemerintah pun tidak ada.

"Kalau kunker terus, bukan membantu atau meringankan masyarakat namanya. Mestinya dewan itu berpihaklah ke masyarakat, karena mereka wakil rakyat," papar Efendi yang juga merupakan Ketua Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Tanjungpinang-Bintan ini.

Hal senada diungkapkan Heriyanto, yang juga tergabung di aktifis Gemada. Doyok juga sependapat kalau dewan hanya menargetkan tambahan penghasilan dari kunker tersebut. Artinya, kunker tersebut tidak sesuai dengan harapan masyarakat.

"Pantas saja masyarakat tidak percaya lagi ke dewan," kata Heriyanto yang juga merupakan Ketua Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Tanjungpinang-Bintan.

Heriyanto meminta, dewan selaku wakil rakyat tidak mengedepankan kepentingan sendiri dan harus mengutamakan kepentingan masyarakat. Jika tidak, masyarakat akan semakin tidak percaya dan akhirnya memperburuk citra dewan itu sendiri.

Sekretaris Dewan DPRD Bintan, Agusnawarman yang dikonfirmasi terkait kunjungan dewan ini membenarkan anggota dewan baru pulang dari kunker. Mereka berangkat sebelumnya, Rabu lalu dan pulang Jumat.

"Kalau pulang kunker kan mereka membawa hasilnya dalam rapat gabungan. Biasanya mereka kunker setelah ada ranperda masuk," kata Agusnawarman.

Sebelumnya, diakui Agusnawarman, setiap kunker ada uang saku yang diistilahkan lumpsum untuk dewan. Untuk kunker dalam bentuk studi banding, setiap anggota dewan dapat lumpsum Rp7 jutaan dan untuk konsultasi Rp5 jutaan. Dalam sebulan, ada kali kesempatan kunker.(Btn/Btd)

Baca Juga

DPR Mulai Sosialisasikan Bangun Gedung Baru Rp 1,8 T

SENIN, 30-08-2010 18:10

JAKARTA-Pimpinan DPR dan Badan Urusan Rumah Tangga (BURT) mulai...

Rapat Gabungan Ormas Anarkis

Mendagri Akui Susah Beri Sanksi, Kapolri Minta Dibekukan

SENIN, 30-08-2010 18:08

JAKARTA-Mendagri Gamawan Fauzi mengakui banyak organisasi masyarakat (ormas)...

Ketua DPR: Lemahnya Koordinasi dengan Pemerintah Hambat Program Legislasi

SENIN, 30-08-2010 14:43

JAKARTA-Ketua DPR Marzuki Alie menilai, kendala dalam menyusun RUU tidak hanya...

Terkait Pemberian Remisi dan Grasi ke Narapidana

Komisi III DPR akan Ajukan Judicial Rewiew KUHAP

JUM'AT, 27-08-2010 17:19

JAKARTA-Terkait pro kontra masalah pemberian remisi, grasi dan asimiliasi...

F-PDIP DPR Minta Pemerintah Tunda Operasional PLTA Asahan I

JUM'AT, 27-08-2010 16:41

JAKARTA-Meski sudah memiliki izin operasional sejak tahun 2006, PLTA Asahan I...