Perjanjian tim sukses kepada warga menjanjikan akan mendapatkan kaus, transportasi gratis dan makan siang. "Sesuai janji, semua beres di Daek, tapi nyatanya tidak. Siang tadi setelah jatah makanan dinyatakan habis, panitia hanya memberikan uang sebesar Rp15 ribu per orang guan membeli sendiri nasi bungkus. Nyatanya, semua warung nasi di Daek sudah kehabisan stok. Terpaksa kita menahan lapar bang. Kita orang pulau, kayak dipimpng. Saya kecewa berat," ujar Herman warga Desa Benan yang mengaku hadir di Daek dengan ratusan warga lainnya atas undangan partai pengusung "Saudara" yakni PPIB.
Di tempat yang sama, warga suku laut dari Desa Kelumu juga mengaku terlantar dan tidak mendapat jatah makan siang.
"Kita diundang kesini oleh tim, tapi bapak lihat sendiri, kami ditelantarkan. Makanpun tak dapat. Kesini bukannya untung tapi justru susah. Padahal warga kami tidak ada yang membawa uang. Kami belum jelas ini, mau diantar pulang dengan apa ke Kelumu," ujarnya dan mengaku datang dari Dusun Dapur Arang Kelumu.
Kekecewaan yang sama juga dialami anggota partai pendukung lainnya. Namum, mereka enggan berkomentar banyak.Hal yang sama juga dialami puluhan anggota Resimen Pemuda Panca Marga. Beruntung Ketua PPM Darwis, langsung mengamankan makanan untuk para rekan-rekannya dengan memesan sendiri makanan.
"Untung tadi kita cepat pesan, kalau tidak anggota kita tak dapat makan siang," ujarnya.
Pantauan portal ini, Deklarasi "saudara" dihadiri sekitaran dua ribuan massa. Sementara sebelumnya, Tim Panitia pemenangan "Saudara" mengklaim akan menghadirkan enam ribuan massa.Hingga berita ini dirilis, belum diperoleh konfirmasi dengan tim Panitai Deklarasi Daria- Abu Hasim.
Deklarasi Balonkada Daria- Abu Hasim dimulai pukul 11.00 Wib Selasa (8/2/2010) itu berakhir sekitar pukul 14.00 wib. Sebelum acara deklarasi dimulai, Daria menyerahkan DPA dan DIPA ke semua SKPD, sebagai langkah diawalinya pelaksanaan APBD tahun 2010.
Pantauan portal ini di Daek, untuk mengangkut massa dari Kecamatan Senayang dan Singkep, panitia mencarter kapal Marine Hawk, MV VOC Batavia. Sementara untuk mobilisasi massa di darat, panita melibatkan puluhan mobil dump truk milik kontrakktor PT Harap Panjang termasuk bus-bus sekolah.(Ling/Btd)