Haripinto Ajak Kaum Muda Bangga sebagai Warga Negara Indonesia
Oleh : Roland Aritonang
Jum\'at | 27-10-2017 | 10:26 WIB
Empat_Haripinto_pinang.gif
Senator Haripinto Tanuwidjaja, Anggota DPD RI dari Kepulauan Riau saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada para Ikatan Tionghoa Muda di Hotel Furia, Tanjungpinang

BATAMTODAY.COM,Tanjungpinang - Anggota DPD RI Haripinto Tanuwidjaja dari Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) menegaskan, sebagai warga negara Indonesia patut berbangga karena Indonesia telah menjadi bangsa yang besar.

Hal itu disampaikan Haripinto saat melakukan Sosialisasi Empat Pilar kepada Ikatan Tionghoa Muda di Hotel Furia, Tanjungpinang, akhir September lalu.

"Indonesia memiliki 4 pilar negara, itu hasil perjuangan para pendiri negara kita yaitu Pancasila, UUD 1945, Bhinneka Tunggal Ika dan NKRI," terang Haripinto.

Menurut Haripinto, Pancasila sudah menjadi dasar ideologis bangsa. Pancasila tidak pernah menjelaskan adanya perbedaan dalam kehidupan berbangsa dan bernegara.

"Justru Pancasila yang menjembatani kita semua dalam keberagaman yang ada di Indonesia ini," ujarnya.

Nilai dasar Pancasila, lanjutnya, telah ada sebelum kemerdekaan. Bahkan norma-norma Pancasila telah ada dalam masyarakat sebelum ditetapkan sebagai dasar negara pada Agustus 1945.

Namun, saat ini nilai-nilai itu dinilai mulai memudar seiring pengaruh dari ideolgi lain. Dalam rangka menanamkan kembali nilai-nilai Pancasila kepada masyarakat, perlu lembaga yang mengajarkan nilai dan norma Pancasila.

Perkembangan zaman dan teknologi informasi tidak bisa dihindari, sehingga perlu ada pencegahan/penangkalan pengaruh ideologi Pancasila melalui teknologi informasi.

"Masa depan Bangsa Indonesia sangatlah ditentukan oleh para generasi muda bangsa ini. Kaum Muda Indonesia adalah masa depan Bangsa," katanya.

Karena itu, setiap pemuda Indonesia, baik yang masih berstatus pelajar, mahasiswa ataupun yang sudah menyelesaikan pendidikannya merupakan factor-faktor penting yang sangat diandalkan oleh Bangsa Indonesia dalam mewujudkan cita-cita bangsa dan juga mempertahankan kedaulatan bangsa.

Dalam upaya mewujudkan cita-cita dan mempertahankan kedaulatan bangsa ini, tentu akan menghadapi banyak permasalahan, hambatan, rintangan dan bahkan ancaman yang harus dihadapi. Masalah-masalah yang harus dihadapi itu beraneka ragam.

"Banyak masalah yang timbul sebagai warisan masa lalu, masalah yang timbul sekarang maupun masalah yang timbul di masa depan negara kita," katanya.

"Dengan masalah-masalah yang sudah ada maupun yang akan datang, penting bagi rakyat Indonesia, terutama kaum pemuda dan mahasiswa, untuk membiasakan diri dalam meningkatkan dan memperbaiki produktifitas kita sebagai Bangsa Indonesia," tambahnya.

Anggota Komite IV DPD RI menilai nasionalisme sering kali dipermasalahkan oleh sebagian orang. Padahal nasionalisme tidak hanya sekedar membela pertandingan sepak bola, tapi nasionalisme itu bagaimana masyarakat Indonesia menyikapi kebanggaan dirinya terhadap ideologi Pancasila.

Untuk menjaga kedaulatan NKRI, perlu adanya dialog untuk mencegah berkembangnya ideologi selain Pancasila. Selain itu semua pihak perlu membangun wawasan kebangsaan dalam rangka mengamankan, melestarikan dan membudayakan Pancasila dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa.

Haripinto juga mengajak semua peserta untuk terus menjaga kebhinekaan dan mensosialisasikan Empat Pilar demi menjaga persatuan dan kesatuan bangsa.

"Kemajemukan bangsa Indonesia harus dijaga dan dipelihara sebagai modal sosial dan sumber kekayaan bangsa," tegas Haripinto

Sebagai penutup Haripinto Tanuwidjaja mengatakan bahwa Bhinneka Tunggal Ika sebagai doktrin dan kesepakatan nasional harus dipertahankan demi kelangsungan hidup bangsa Indonesia dalam menghadapi dinamika perubahan global.

"Menjaga dan mempertahankan NKRI adalah tanggung jawab semua komponen bangsa dan untuk itu, mencegah setiap aksi yang berupaya memecah belah persatuan dan kesatuan bangsa," katanya.

Editor: Surya


BNN-KEPRI