Warga Gang Akasia Tanjungpinang Dihebohkan Penampakan Seekor Buaya
Oleh : Roland Hasudungan Aritonang
Jum\'at | 13-10-2017 | 18:50 WIB
warga-heboh.gif
Seekor buaya panjang semeter gegerkan warga sekitar Gang Akasia 4 di Jalan Akasia RT 4 Rw 4 Kelurahan Tanjungpinang Timur Kecamatan Bukit Bestari (Foto: Roland Hasudungan Aritonang)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Seekor buaya dengan panjang satu meter menggegerkan warga sekitar Gang Akasia 4 di Jalan Akasia RT 4 Rw 4 Kelurahan Tanjungpinang Timur Kecamatan Bukit Bestari, Kota Tanjungpinang, Jumat (13/10/2017).

Pantauan di lapangan, daerah tersebut mayoritas perumahannya merupakan rumah panggung yang berada dekat dengan Sungai Nebung dan langsung terhubung dengan jembatan Dompak di dekat Ramayana. Perumahan itu  jika air laut pasang maka air akan naik ke permukaan dan tampaklah seekor buaya dengan ukuran satu meter.

Penampakan buaya ini menimbulkan rasa takut bagi seluruh warga yang bertempat tinggal di daerah tersebut, apalagi warga yang memiliki anak-anak kecil. Ditakutkan, buaya tersebut menerkam anak-anak yang ada di daerah itu.

"Awalnya saya tak percaya, tetapi setelah saya pantau sejak dua hingga tiga minggu ini, barulah saya percaya dan melihat," ujar Taufik, salah satu warga yang pernah melihat buaya itu.

Taufik menjelaskan, buaya itu awalnya terlihat saat berada tepat di bawah teras rumahnya. Karena terlihat, buaya itu pun berlari ke belangkang rumah dan masuk ke bawah rumah tetangganya.

"Yang pertama saya lihat ekornya dulu baru kepalanya, tapi saya sering perhatikan buaya tersebut datang dan muncul pada saat air pasang saja," katanya.

Menurutnya, kemunculan buaya ini mengakibatkan kekhawatiran bagi warga sekitar, sehingga ia mengharapkan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tanjungpinang dapat menangkap buaya tersebut.

"Takutnya buaya itu menggigit warga sekitar, saya harap BPBD dapat menangkapnya," katanya.

Sementara di tempat munculnya buaya tersebut terlihat beberapa tim khusus BPBD bersiap menangkap buaya itu. Hanya saja, air pada saat itu pasang, sehingga buaya dapat kabur leluasa ke lorong-lorong rumah panggung daerah itu. Akibatnya, anggota BPBD menundanya dan menunggu air surut pada esok pagi.

Editor: Udin


BNN-KEPRI