Tak Ingin Stok Ikan Berkurang, TPID Tanjungpinang Jajaki Kerja Sama dengan Natuna dan Anambas
Oleh : Habibie Khasim
Jumat | 13-10-2017 | 17:50 WIB
Rapat-tentang-kenaikan-sembako-di-Tanjungpinang1.gif
Rapat inflasi yang dipimpin Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Tanjungpinang kembali menggelar rapat rutin bulanan guna membahas kondisi capaian pengendalian inflasi Tanjungpinang pada September dan perkembangan harga di bulan Oktober.

Rapat yang berlangsung di Ruang Rapat Lantai II Kantor Wali Kota itu, dipimpin langsung Sekretaris Daerah Kota Tanjungpinang, Riono, dan diikuti Kepala BPS, BUMD, Pelindo, serta stakeholder yang tergabung dalam TPID Kota Tanjungpinang.

Hadir pula perwakilan TPID Kabupaten Lingga, Kabupaten Bintan, Anambas dan Natuna. Rapat kali ini, TIPD Kota Tanjungpinang membicarakan tentang rencana kerja sama dengan Kabupaten Anambas dan Natuna dalam pemenuhan stok ikan segar.

Riono mengatakan, sebagai upaya dalam mengendalikan inflasi Oktober atau biasa terjadi di musim Utara. Pemko berupaya melakukan kerja sama dengan daerah penghasil untuk menjaga ketahanan pangan, terutama dalam pemenuhan stok ikan segar sementara dalam tata niaga. BUMD sendiri diminta aktif mengendalikan komoditi kebutuhan bahan pokok di pasaran.

"Kita ketahui, bulan Okteber ini adalah bulan pariwisata, di mana ada beberapa event yang akan dilaksanakan di Kota Tanjungpinang. Selain itu juga musim Utara yang harus kita antisipasi agar ketersediaan pangan cukup selama musim utara ini. Maka dari itu kita akan menyurati distributor agar tidak berbuat curang, memanfaatkan musim utara sebagai alasan menaikkan harga. Mereka harus segera menyetok karena kenaikan konsumsi juga meningkat," tutur Riono, Jumat (13/10/2017).

Untuk Oktober ini, lanjut Sekda, ada beberapa komoditas pangan yang mengalami penurunan harga, di antaranya beras yang ketersediaan beras bulog aman untuk jangka waktu tiga bulan ke depan dengan harga eceran tertinggi sebesar RP9.950. Selain itu, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, kacang panjang, cabe hijau, ikan tonggkol dan minyak goreng.

Sementara untuk pemenuhan kebutuhan sayur mayur, Pemko akan memaksimalkan kerja sama dengan Kabupaten Bintan, sedangkan pemenuhan kebutuhan ikan, Pemko sedang menjajaki untuk melakukan kerja sama dengan Kabupaten Anambas dan Natuna sebagai daerah penghasil ikan.

Editor: Udin


BNN-KEPRI