Disdukcapil Tanjungpinang Penuh Harap, Perbaikan Alat E-KTP Malah Belum Jelas
Oleh : Habibie Khasim
Jumat | 13-10-2017 | 17:27 WIB
Kadis-DPMDKCS-Provinsi-Kepri,-Sardison1.jpg
Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan Kepri, Sardison (Foto: dok.batamtoday.com)

BATAMTODAY.COM, Tanjungpinang - Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil) Kota Tanjungpinang, Irianto, belum lama ini mengatakan bahwa pihaknya sangat berharap semua alat perekam kartu tanda penduduk elektronik (E-KTP) dapat segera diperbaiki oleh tim teknis dari Dirjen Kependudukan dan Catatan Sipil Kementerian Dalam Negeri.

Tentang perbaikan ini pun mendapat titik terang, sebab tim teknis tersebut bersedia datang ke Provinsi Kepulauan Riau untuk memperbaiki semua alat yang rusak dari seluruh kabupaten/kota yang ada di Kepri. Akan tetapi, faktanya saat ini perbaikan alat rekam dan cetak KTP Elektronik masih belum dapat dipastikan.

Kepala Pemberdayaan Masyarakat dan Kependudukan Kepri, Sardison, mengatakan hingga saat ini belum ada satu orang pun tim teknis Dirjen Dukcapil Kemendagri yang datang ke Kepri.

"Kita juga masih menanti kedatangan tim teknis yang telah ditunjuk Direktorat Kependudukan untuk melakukan perbaikan mesin cetak ini," kata Sardison yang dihubungi, Jumat (13/10/2017).

Belum lama ini, Irianto mengatakan bahwa alat-alat yang rusak telah diserahkan ke pihak Sardison untuk dilakukan perbaikan oleh tim teknis. Dia pun mengatakan bahwa sangat berharap alat tersebut segera diperbaiki agar perekam E-KTP dapat berjalan dengan maksimal seperti sebelumnya.

Apalagi, waktu Pemilihan Wali Kota (Pilwako) Tanjungpinang telah semakin dekat, saat ini masih ada sekitar 53 ribu masyarakat yang belum melakukan perekaman E-KTP.

Perjalanan Disdukcapil Tanjungpinang semakin terseok karena alat pencetak E-KTP pun akhirnya rusak. Akhirnya, alat pencetak Kartu Identitas Anak (KIA) yang menjadi pengganti untuk mencetak E-KTP.

Hanya saja, hingga Oktober masuk di pertengahan bulan, tim teknis belum juga muncul. Padahal, alat yang rusak tersebut telah terkumpul dan memenuhi kantor Sardison. Namun sayang, jangankan Irianto, Sardison sendiri belum dapat memastikan kapan tim teknis tersebut akan datang.

Cerita Sardison, permintaan untuk memperbaiki alat yang rusak tersebut dilakukan di Pemprov Kepri sudah sejak Mei 2017. Namun, alasan Sardison tim teknis tak kunjung datang tersebut karena mereka melakukan sistem bergilir. Dengan menyelesaikan di satu daerah dulu, baru ke daerah lain.

"Tim teknis melakukan perbaikan bergilir ke provinsi lain. Memang agak rumit, karena aturan yang ada, perbaikan bisa dilakukan untuk alat rusak tapi tanpa penggantian spare part. Mungkin ini yang membuat pengerjaannya lama di satu daerah," terang Sardison.

Hingga saat ini, Sardison mengaku belum ada upaya yang signifikan untuk perbaikan alat yang benar-benar rusak. Itu dikarenakan, Ditjen Pusat belum dapat memutuskan upaya perbaikan bagi kerusakan alat yang membutuhkan penggantian suku cadang. Hal ini juga lantas membuat beberapa kabupaten/kota di Kepri, maju mundur untuk mengirimkan alat-alat yang rusak tersebut.

"Tanggal 18 Oktober nanti, Ditjen ada agenda ke Kepri. Sembari itu akan kami konsultasikan kemungkinan upaya lain untuk mempercepat proses perbaikan," kata Sardison.

Editor: Udin


BNN-KEPRI