Stok Barang Menipis, Pedagang Pasar Seken Aviari Menjerit
Oleh : Yosri Nofriadi
Jum\'at | 13-10-2017 | 16:38 WIB
pedagang-pasar-seken-di-batuaji.gif
Rosina, seorang pedagang perlengkapan sepatu seken di Batuaji dan Sagulung (Foto: Yosri Nofriadi)

BATAMTODAY.COM, Batam - Pedagang barang bekas atau seken di Batuaji dan Sagulung kesulitan mendapatkan stok barang seken. Itu karena belakangan marak terjadi penangkapan kapal-kapal pengangkut barang seken dari Singapura atau Malaysia oleh petugas yang berwenang. Akibatnya, banyak kios pasar seken yang tutup karena tak ada stok barang yang akan dijual.

Lokasi pasar seken di deretan ruko Winner Junction, Sagulung Kota misalnya, sepanjang hari kemarin hanya ada sekitar delapan kios yang terlihat buka. Padahal di lokasi itu ada puluhan lapak kios barang seken, mulai dari perlengkapan sepatu, pakaian ataupun perabotan rumah tangga.

Rosina, seorang pedagang perlengkapan sepatu menuturkan, kondisi seperti itu sudah terjadi sejak dua bulan belakangan ini. Sebagian pedagang terpaksa menutup lapak dagangan mereka karena memang stok barang yang akan dijual tak ada.

"Sekarang susah mau dapat barang lagi. Banyak kapal (muatan barang seken) yang ditangkap. Biasanya barang diantar, tapi sekarang sudah tak bisa lagi," ujarnya, Jumat (13/10/2017)

Mereka yang bertahan kata Rosina, karena memang barang dagangan itu dijemput sendiri ke Singapura atau Malaysia. "Saya pun harus ke Singapura dua minggu sekali jika ingin bertahan. Barang terpaksa jemput sendiri," ujarnya.

Dengan sistem jemput itu, tentu memakan biaya yang lebih banyak dan barang yang dibawa juga terbatas, sehingga para pedagang yang bertahan mau tak mau harus menaikkan harga barang dagangan mereka. "Makanya sekarang harga agak naik, karena memang susah mau dapat barang," tutur Rosina.

Maraknya penangkapan kapal pengakut barang seken belakangan ini berimbas buruk bagi pedagang seken di sana. Selain krisis stok barang seken, para pedagang juga harus merogok kocek lebih dalam lagi agar tetap menjalankan usaha mereka itu.

"Orang pada tak mau beli karena memang harganya agak mahal. Gimana tak mahal, kami juga tentu tak mau rugi. Ongkos jemput barang ke sana juga harus diperhitungkan," ujar Ando, seorang pedagang pakaian bekas lainnya di Pasar Seken Aviari.

Para pedagang berharap agar situasi seperti ini secepatnya berakhir agar usaha mereka kembali lancar. Bagaimanapun di wilayah Batuaji dan Sagulung peminat barang seken cukup tinggi. "Sudah banyak langganan saya, tapi karena persoalan ini jadi berkurang. Sehari paling lima potong baju saja yang terjual," ujar Ando lagi.

Editor: Udin


BNN-KEPRI